Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya

Senin, 18 Mei 2026 - 08:54 WIB
loading...
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina. Foto/ Daily
A A A
KIEV - Palantir sedang mengembangkan sistem AI perang yang membantu Ukraina menganalisis data medan perang, mengubah cara peperangan modern dilakukan.

Grup teknologi pertahanan dan kecerdasan buatan Palantir sedang memperluas uji coba platform yang digambarkan sebagai "sistem operasi perang" untuk mendukung Ukraina dalam konfliknya dengan Rusia.

Sistem ini menggunakan AI untuk mensintesis data medan perang, menganalisis target, dan mendukung pengambilan keputusan secara real-time.

Menurut Majalah Military Watch, Palantir telah menjadi salah satu perusahaan teknologi Barat yang paling menonjol dalam perang Ukraina berkat platform pemrosesan data taktis dan analisis intelijen berbasis AI-nya.

Perusahaan tersebut dilaporkan sedang menguji teknologi yang mampu menghubungkan data dari satelit, UAV, radar, dan sumber pengintaian berbasis darat ke dalam jaringan operasi terpadu.

Dalam kunjungan baru-baru ini ke Kyiv, CEO Palantir Alex Karp bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pejabat pertahanan untuk membahas perluasan penerapan AI dalam peperangan modern. Ukraina saat ini berkolaborasi dengan Palantir dalam proyek "Brave1 Dataroom", yang bertujuan untuk memanfaatkan data medan perang untuk mengembangkan model AI guna mendeteksi dan mencegat target udara.

Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov, mengatakan bahwa lebih dari 100 perusahaan terlibat dalam pelatihan sekitar 80 model AI untuk peperangan elektronik, identifikasi target, dan koordinasi UAV. Sistem yang dipasok oleh Palantir telah diintegrasikan ke dalam analisis serangan udara Kyiv dan operasi perencanaan serangan jarak jauh.

Para ahlimiliterpercaya bahwa platform Palantir memiliki banyak kesamaan dengan program Project Maven milik Pentagon – sebuah sistem AI terkenal yang digunakan untuk memproses sejumlah besar data dari drone dan sensor medan perang. Maven saat ini dianggap sebagai salah satu program AI militer terbesar di AS dan sedang diperluas menjadi platform peperangan terpadu untuk militer AS dan NATO.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Rekomendasi
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Premier Padel Valencia...
Premier Padel Valencia 2026 Hadir Pekan Ini, Saksikan Aksi Para Bintang Padel Dunia di VISION+
Barang Bukti OTT Bupati...
Barang Bukti OTT Bupati Muara Enim, Uang Tunai hingga Rekening Senilai Rp2 M
Berita Terkini
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved