17 Tahun HKKI, Perlu Revolusi Budaya Keamanan Siber Nasional
Jum'at, 08 Maret 2024 - 20:36 WIB
loading...
Forum FORMASI menyerukan perlu dilakukan revolusi keamanan siber di Indonesia. FOTO/ DOK SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Forum Keamanan Siber dan Informasi (FORMASI) menyerukan perlu dilakukan revolusi keamanan siber nasional pada peringatan 17 tahun Hari Kesadaran Keamanan Informasi (HKKI) yang jatuh pada 7 Maret 2024.
BACA JUGA - Apple Rekrut Hacker-Hacker Terbaik di Dunia, untuk Apa?
Koordinator FORMASI Gildas Deograt mengatakan, strategi membangun kesadaran keamanan informasi di masa ini harusnya sudah ditinggalkan sejak 6 tahun lalu. “Evolusi pasti kalah melawan revolusi,” katanya saat peringatan 17 tahun HKKI di Jakarta.
Gildas menambahkan, dibutuhkan strategi terintegrasi, langkah taktis, dan operasi yang terstruktur, sistemik, dan masif agar mampu merevolusi budaya keamanan siber dan informasi tanah air di tengah revolusi industri.
“Pejabat negara dan pimpinan pemerintahan harus menjadi panutan dalam mengembangkan budaya keamanan informasi secara khusus di ranah siber. Dengan menunjukan keselarasan antara pola pikir, perkataan, perilaku dan keputusan strategis, berujung pada keamanan nasional, termasuk kedaulatan Indonesia di ranah siber,” beber Gildas.
BACA JUGA - Apple Rekrut Hacker-Hacker Terbaik di Dunia, untuk Apa?
Koordinator FORMASI Gildas Deograt mengatakan, strategi membangun kesadaran keamanan informasi di masa ini harusnya sudah ditinggalkan sejak 6 tahun lalu. “Evolusi pasti kalah melawan revolusi,” katanya saat peringatan 17 tahun HKKI di Jakarta.
Gildas menambahkan, dibutuhkan strategi terintegrasi, langkah taktis, dan operasi yang terstruktur, sistemik, dan masif agar mampu merevolusi budaya keamanan siber dan informasi tanah air di tengah revolusi industri.
“Pejabat negara dan pimpinan pemerintahan harus menjadi panutan dalam mengembangkan budaya keamanan informasi secara khusus di ranah siber. Dengan menunjukan keselarasan antara pola pikir, perkataan, perilaku dan keputusan strategis, berujung pada keamanan nasional, termasuk kedaulatan Indonesia di ranah siber,” beber Gildas.
Lihat Juga :