Pahlawan Telekomunikasi Gaza, Bertaruh Nyawa di Bawah Ancaman Bom Israel

Rabu, 22 November 2023 - 11:43 WIB
loading...
A A A
Saat Rabih dan timnya bekerja selama dua jam untuk memperbaiki kabel, desingan pesawat tak berawak di atasnya dan suara tembakan muncul di mana-mana. "Setiap gerakan yang salah bisa berarti menjadi target. Saya tidak bisa menjelaskan kepada istri dan anak-anak saya mengapa saya melakukannya atau mengapa saya rela keluar selama perang. Perusahaan saya tidak memaksa saya, tetapi jika ada yang bisa melakukannya, harus saya," katanya.

Staf di Tepi Barat menyaksikan rekan-rekan mereka di Gaza dengan napas tertahan, enggan meminta mereka memeriksa peralatan yang rusak, karena tahu bahwa perjalanan perbaikan sederhana bisa mengorbankan nyawa.

Staf yang berbasis di Gaza tidak diwajibkan untuk pergi ke lapangan, tetapi sebagian besar dengan antusias bersedia menjadi relawan meskipun risikonya kehilangan nyawa. "Sangat sulit menelepon rekan-rekan saya yang sedang di bawah bombardir dan meminta mereka keluar. Saya takut bahwa jika salah satu dari mereka terluka, saya tidak akan pernah memaafkan diri saya sendiri," kata Mohammed (nama samaran), pekerja di Pusat Operasi Jaringan di Tepi Barat.

Peran Mohammed di Pusat Operasi Jaringan di Tepi Barat untuk memantau masalah dalam jaringan, meminta pekerja menjadi relawan guna memperbaikinya, dan tetap berkomunikasi untuk memberikan umpan balik tentang perbaikan. Panggilan tersebut sangat menegangkan, dan baik Mohammed maupun pekerja di Gaza menginginkan perbaikan di lapangan diselesaikan secepat mungkin. "Saya tidak bisa membayangkan bagaimana orang-orang ini memiliki keberanian untuk keluar. Mungkin jika saya ada di sana, saya tidak akan melakukannya. Saya tidak tahu apakah saya akan melakukannya," kata Mohammed.

Di bawah kekuasaan Israel


Tidak peduli seberapa dalam mereka menggali atau berapa banyak panel surya yang dipasang, koneksi Gaza dengan dunia luar pada akhirnya bergantung pada Israel. Kabel-kabel yang menghubungkan Gaza dengan dunia luar melewati Israel, dan zionis setidaknya dua kali sengaja memutus komunikasi internasional.

"Bagi kami jelas bahwa itu diputuskan. Yang membuktikannya adalah bahwa kami tidak melakukan apa-apa untuk mendapatkannya kembali," kata CEO PalTel Abdul Majeed Melhem.

Israel juga mengendalikan pasokan bahan bakar ke Gaza, mengizinkan sedikit pasokan setelah muncul banyak tekanan dari dunia internasional. Disebut sebagai setetes dalam ember oleh kelompok kemanusiaan, Israel mengumumkan bahwa 120.000 liter (31.700 galon) bahan bakar akan diizinkan masuk ke Gaza setiap dua hari untuk digunakan oleh rumah sakit, pabrik roti, dan layanan penting lainnya.

PalTel juga akan diberi 20.000 liter (5.283 galon) bahan bakar setiap dua hari untuk generatornya. Sebelumnya, PalTel telah mengumumkan akan mengalami pemadaman telekomunikasi penuh karena cadangan bahan bakarnya habis untuk pertama kalinya selama perang saat ini.

Menurut Mamoon Fares, direktur dukungan korporat di PalTel, 20.000 liter yang disediakan seharusnya cukup untuk mengoperasikan sebagian besar jaringan. Namun, jaringan telekomunikasi Gaza masih akan berada di bawah kekuasaan Israel jika memutuskan untuk menghentikan pengiriman bahan bakar atau layanan jaringan yang melewati wilayahnya.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Rekomendasi
Bea Cukai dan BNN Gagalkan...
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja dari Thailand
Hadapi Gugatan Ruben...
Hadapi Gugatan Ruben Onsu, Sarwendah Klaim Simpan Fakta yang Belum Pernah Diungkap
IHSG Jaga Tren Positif,...
IHSG Jaga Tren Positif, Hari Ini Ditutup Menguat ke 5.744
Berita Terkini
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved