DeepSeek: Apakah Chatbot AI Terbaru Ini Berbahaya?
Jum'at, 31 Januari 2025 - 07:00 WIB
loading...
DeepSeek menghebohkan dunia maya dalam beberapa hari terakhir. Foto: Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - DeepSeek, sebuah model kecerdasan buatan (AI) asal China yang sedang naik daun, telah menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara, termasuk Australia. Jim Chalmers, Bendahara Australia, mendesak warga Australia untuk berhati-hati dalam menggunakan DeepSeek.
"Kami mendesak warga Australia untuk berhati-hati tentang teknologi baru ini," kata Chalmers dalam konferensi pers. Tapi, benarkah DeepSeek berbahaya?
1. Dugaan Pencurian Data: Microsoft dan OpenAI sedang menyelidiki dugaan pencurian data dari OpenAI oleh kelompok yang terkait dengan DeepSeek. Bloomberg News melaporkan bahwa peneliti keamanan Microsoft mengamati individu yang diduga terkait dengan DeepSeek mencuri sejumlah besar data menggunakan API OpenAI. DeepSeek diduga menggunakan teknik "distilasi" untuk meniru model AI OpenAI dengan biaya lebih rendah.
2. Eksploitasi Open-Source: DeepSeek adalah model AI open-source, yang berarti kode sumbernya terbuka untuk umum. Hal ini memungkinkan inovasi dan kolaborasi, tetapi juga menimbulkan risiko keamanan. Leonid Bezvershenko, Peneliti Keamanan Kaspersky GReAT, menjelaskan:
"Meskipun kerangka kerja sumber terbuka mendorong transparansi, kolaborasi, dan inovasi, kerangka kerja tersebut juga menimbulkan risiko keamanan dan etika yang signifikan. Saat menggunakan alat sumber terbuka, Anda tidak selalu dapat meyakini bagaimana data Anda ditangani."
"Kami mendesak warga Australia untuk berhati-hati tentang teknologi baru ini," kata Chalmers dalam konferensi pers. Tapi, benarkah DeepSeek berbahaya?
Risiko Keamanan DeepSeek
DeepSeek memiliki beberapa aspek yang perlu diwaspadai dari sisi keamanan:1. Dugaan Pencurian Data: Microsoft dan OpenAI sedang menyelidiki dugaan pencurian data dari OpenAI oleh kelompok yang terkait dengan DeepSeek. Bloomberg News melaporkan bahwa peneliti keamanan Microsoft mengamati individu yang diduga terkait dengan DeepSeek mencuri sejumlah besar data menggunakan API OpenAI. DeepSeek diduga menggunakan teknik "distilasi" untuk meniru model AI OpenAI dengan biaya lebih rendah.
2. Eksploitasi Open-Source: DeepSeek adalah model AI open-source, yang berarti kode sumbernya terbuka untuk umum. Hal ini memungkinkan inovasi dan kolaborasi, tetapi juga menimbulkan risiko keamanan. Leonid Bezvershenko, Peneliti Keamanan Kaspersky GReAT, menjelaskan:
"Meskipun kerangka kerja sumber terbuka mendorong transparansi, kolaborasi, dan inovasi, kerangka kerja tersebut juga menimbulkan risiko keamanan dan etika yang signifikan. Saat menggunakan alat sumber terbuka, Anda tidak selalu dapat meyakini bagaimana data Anda ditangani."
Lihat Juga :