Gara-gara Ingin Bercinta, Paus Mata-mata Rusia Ini Membelot

Kamis, 01 Juni 2023 - 19:55 WIB
loading...
Gara-gara Ingin Bercinta,...
Seekor paus beluga putih dengan tali kekang bertuliskan Peralatan St. Petersburg muncul di lepas pantai Finnmark di Norwegia utara. Foto/Live Science/Shutterstock
A A A
OSLO - Seekor paus beluga putih dengan tali kekang bertuliskan "Peralatan St. Petersburg" muncul di lepas pantai Finnmark di Norwegia utara. Beluga jantan yang dicurigai sebagai mata-mata Rusia ini keluar dari wilayah dan menunjukkan diri karena sedang mencari beluga betina untuk bercinta.

Beluga jantan (Delphinapterus leucas) berwarna putih ini diperkirakan berusia antara 13 dan 14 tahun. Cetacea rahasia, yang dikenal sebagai Hvaldimir ini pertama kali terlihat pada April 2019 di perairan dingin di lepas pantai Finnmark.

Beluga jantan ini dicurigai sebagai mata-mata karena mengenakan tali kekang seperti baju zirah yang memiliki ruang kamera GoPro dan peralatan mata-mata potensial lainnya. Saat ditemukan, tidak ada peralatan apa pun, hanya tertinggal tali kekang di tubuhnya bertuliskan "Peralatan St. Petersburg".



Hvaldimir juga tidak menunjukkan rasa takut pada manusia, ini menandakan beluga telah dibesarkan atau setidaknya dilatih oleh manusia. Ini semakin memicu spekulasi bahwa beluga ini adalah seorang mata-mata.

Rusia tidak pernah secara resmi mengomentari tuduhan tersebut. OneWhale, organisasi nirlaba Norwegia yang didedikasikan untuk melindungi Hvaldimir, mengatakan bahwa selama tiga tahun terakhir, dia menghabiskan sebagian besar waktunya di Norwegia utara.

Tetapi pada 28 Mei, OneWhale melihat Hvladimir di dekat Hunnebostrand, lepas pantai barat daya Swedia, setelah dengan cepat bergerak ke selatan. “Kami tidak tahu [persis] mengapa kecepatannya begitu cepat,” kata Sebastian Strand, ahli biologi kelautan dari organisasi OneWhale, kepada AFP dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Kamis (1/6/2023).

Diduga Hvalidimir sedang ingin mencari jodoh dan bercinta karena usianya sudah cukup matang untuk berkembang biak. “Bisa jadi hormon mendorongnya untuk mencari jodoh, jadi dia sangat cepat menjauh dari lingkungan alaminya,” tambah Strand.



Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), kebanyakan beluga jantan mencapai kematangan seksual pada saat berusia 15 tahun. Jadi hormon Hvalidimir bisa mendorongnya untuk mencari jodoh.

Strand menambahkan, paus penyendiri juga bisa saja mencari beluga lain terlepas dari jenis kelaminnya. Beluga adalah makhluk yang sangat sosial, dan para peneliti menduga bahwa Hvaldimir belum melakukan kontak dengan anggota lain dari spesiesnya sendiri sejak mereka mulai melacaknya pada tahun 2019.

Terlepas dari motivasinya, Hvaldimir berjalan ke arah yang salah. Paus beluga hanya hidup di Arktik tinggi di daerah seperti kepulauan Svalbard Norwegia, Greenland, Kanada, dan Rusia. Tidak ada populasi beluga yang diketahui di perairan sekitar Swedia.

Para ahli tidak yakin mengapa Hvaldimir pergi ke arah yang salah, tetapi bisa jadi dia dilepaskan ke perairan Norwegia dari rumahnya di Rusia sebagai bagian dari misinya. Jadi dia tidak memiliki pengetahuan tentang bagian dunia ini.



Mungkin juga dia menghabiskan waktu lama di penangkaran, yang mungkin menumpulkan insting alaminya. Sejauh ini, Hvaldimir tampaknya dalam keadaan sehat dan terlihat berburu salmon liar di dekat peternakan ikan di sepanjang perbatasan Norwegia dengan Swedia.
Gara-gara Ingin Bercinta, Paus Mata-mata Rusia Ini Membelot


Tetapi penampakan sebelumnya menunjukkan dia mungkin telah kehilangan berat badan, dan para ahli khawatir bahwa dia akan berjuang untuk menemukan makanan yang cukup jauh di selatan. OneWhale meminta izin dari otoritas Swedia untuk menangkap Hvaldimir dan membawanya ke fyord di Norwegia, yang dapat dijadikan tempat perlindungan bagi paus untuk menghabiskan sisa hari-harinya dengan damai.

Sepasang beluga penangkaran dari China berhasil dilepaskan ke tempat perlindungan serupa di Islandia pada tahun 2020. Data dari NOAA, paus beluga sering hidup hingga usia sekitar 40 tahun tetapi dapat hidup hingga 70 tahun.

Menurut Pusat Informasi Perang Angkatan Laut, ini bukan pertama kalinya Rusia dicurigai melatih cetacea untuk keperluan militer. Pada April 2022, citra satelit menunjukkan bahwa negara tersebut telah melatih lumba-lumba untuk menjaga salah satu pangkalan Laut Hitam di Krimea. Angkatan Laut AS juga telah melatih lumba-lumba dan singa laut untuk operasi militer sejak 1959.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Norwegia Gunakan Robot...
Norwegia Gunakan Robot sebagai Asisten Rumah Tangga
Komponen Roket Luar...
Komponen Roket Luar Angkasa Rusia Jatuh ke Bumi
Rusia Kembali Denda...
Rusia Kembali Denda Google karena Tidak Taat Aturan
Bulan dalam Posisi Berbahaya,...
Bulan dalam Posisi Berbahaya, WMF Ungkap Masalahnya
Jamur Cladosporium Sphaerospermum...
Jamur Cladosporium Sphaerospermum Divonis Memakan Radiasi Nuklir Chernobyl
Iran Cabut Pembatasan...
Iran Cabut Pembatasan Akses ke WhatsApp dan Google Play
Rusia Siap Hadirkan...
Rusia Siap Hadirkan Vaksin Kanker untuk Dibagikan Gratis
Vladimir Putin Akui...
Vladimir Putin Akui Kecanggihan Sistem Rudal Oreshnik Meminimalisir Penggunaan Nuklir
Kenapa Hiroshima dan...
Kenapa Hiroshima dan Nagasaki Bisa Dihuni Manusia Sedangkan Chernobyl Tidak
Rekomendasi
Heboh! Dipepet Motor...
Heboh! Dipepet Motor Anggota Patwal Polres Bogor di Jalur Puncak, Pengendara Terjungkal
Rampai Nusantara Bela...
Rampai Nusantara Bela Jokowi yang Dituding Deddy Sitorus
Meriahnya Ramadan di...
Meriahnya Ramadan di Summarecon Villaggio Outlets, Sajikan Beragam Hiburan
Berita Terkini
Telkomsel Prestige SkyEase...
Telkomsel Prestige SkyEase Bikin Terbang ala Sultan: Dijemput, Dimanja di Lounge, Diantar ke Pesawat
10 jam yang lalu
Cara Mengatasi Ghost...
Cara Mengatasi Ghost Touch di HP realme, Perhatikan!
10 jam yang lalu
Siapkah Pendidik di...
Siapkah Pendidik di Indonesia Hadapi Era Kecerdasan Buatan/AI?
10 jam yang lalu
5 Negara yang Alami...
5 Negara yang Alami Gerhana Bulan Total di Bulan Maret 2025, dari Benua Amerika hingga Afrika
11 jam yang lalu
Google Chrome Akan Hilang...
Google Chrome Akan Hilang dari Perangkat Android?
11 jam yang lalu
Patogen Misterius yang...
Patogen Misterius yang Dikaitkan dengan Kutukan Mumi Terkuak
15 jam yang lalu
Infografis
Solidaritas Antar Anggota...
Solidaritas Antar Anggota Retak, Ini 3 Tanda Kehancuran NATO
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved