Miris, Ini Pengakuan Moderator Video Porno Pornhub yang Menyedihkan

Minggu, 19 Maret 2023 - 10:57 WIB
loading...
Miris, Ini Pengakuan...
Moderator Pornhub harus mereview lebih dari 700 video porno dalam sehari. Foto/Unilad
A A A
JAKARTA - Bagi sebagian orang menonton video porno bisa jadi hal yang menyenangkan. Namun tidak demikian jika menonton video porno justru jadi pekerjaan atau rutinitas harian.

Salah seorang moderator video yang bekerja di Pornhub mengungkapkan beratnya menonton video porno setiap hari. Dalam film dokumenter Money Shot : The Pornhub Story yang tayang di Netflix baru-baru ini, pria yang tidak disebutkan namanya itu mengaku dalam sehari harus mereview 700 film porno.

"Sehari bisa 700 video direview namun kantor meminta kami melakukannya lebih dari angka itu," jelas pria tersebut.

Mereka diharuskan menonton guna memastikan video-video porno itu tidak melanggar peraturan yang berlaku. Peraturan yang paling penting adalah memastikan tidak ada orang di bawah umur yang terlibat dalam video porno di Pornhub.

Namun hal itu tidak mudah karena jumlah video yang masuk ke Pornhub ribuan. Belum lagi mereka tidak bisa memastikan apakah para pemeran di film panas itu sudah cukup umur atau tidak.

Baca juga : Dipasangi Roda Gila Ukuran 115 Inci, Tesla Bisa Jalan Jungkir Balik

Miris, Ini Pengakuan Moderator Video Porno Pornhub yang Menyedihkan


Moderator tersebut mengaku sama sekali tidak bis amenentukan usia seseorang dalam video hanya dengan menonton. Beban kerja yang bertumpuk dan tanggung jawab yang besar membuat dia kerap kewalahan. Wajar jika akhirnya ada video yang benar-benar tidak terpantau dengan baik.

"Ada banyak video yang harusnya tidak ditayangkan justru akhirnya malah tetap ada di Pornhub," jelasnya.

Yiota Souras dari National Center for Missing & Exploited Children dalam film dokumenter itu mengatakan setiap perusahaan online yang masuk kategori penyedia layanan elektronik harus mengikuti peraturan yang ada. Misalnya mencegah adanya keterlibatan anak-anak di bawah umur baik untuk pekerjaan normal maupun aktivitas hiburan seperti pornografi.

Penyedia layanan itu diwajibkan membuat laporan apabila ditemukan adanya pelanggaran tersebut. Masalahnya kewajiban itu hanya berlaku untuk perusahaan Amerika Serikat. Beda dengan Pornhub yang merupakan perusahaan Kanada.

"Undang-undang pelaporan hanya berlaku untuk perusahaan AS, jadi perusahaan internasional tidak berkewajiban untuk melaporkan materi pelecehan seksual anak atau terlibat sama sekali dengan kami," kata Yiota Souras.

Baca juga : Ilmuwan Yakin Alien Hidup di Zona Terminator, Minta Segera Diungkap

Lemahnya kontrol dan ketiadaan peraturan yang mengikat akhirnya membuat Pornhub kerap bermasalah dengan anak-anak di bawah umur. Walaupun Pornhub mengaku berupaya keras untuk mencegah hal itu terjadi namun pelanggaran tetap berlangsung.

"Tidak ada pengguna yang dapat mengunggah konten ke platform kami tanpa mengunggah kartu identitas yang dikeluarkan pemerintah yang lolos verifikasi pihak ketiga," jelas MindGeek, perusahaan penyedia platform Pornhub kepada Insider.

MindGeek juga mengatakan setiap pengguna Pornhub memiliki kemampuan untuk menonaktifkan konten di platform tersebut apabila ditemukan pelanggaran. Mereka tinggal mengisi formulir permintaan penghapusan konten.

Kebijakan kami adalah untuk segera dan secara otomatis menonaktifkan materi untuk ditinjau lebih lanjut. Mereka juga mengaku mengerahkan banyak moderator untuk meninjau seluruh konten yang masuk ke Pornhub.

"Kritikan yang menyebutkan kami tidak memiliki cukup moderator untuk meninjau secara menyeluruh semua konten yang diunggah adalah salah. Perjuangan melawan materi ilegal di internet harus dipimpin oleh kebijakan, data, dan fakta yang efektif, dan MindGeek berkomitmen untuk tetap menjadi yang terdepan dalam hal ini," tegas MindGeek.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
Apple Ancam Siap Hapus...
Apple Ancam Siap Hapus Grok Milik Elon Musk dari App Store
Miliarder di Balik Platform...
Miliarder di Balik Platform Mesum Terbesar OnlyFans Meninggal Dunia
5 Tahun Perjalanan SnackVideo,...
5 Tahun Perjalanan SnackVideo, dari Cerita Individu Menuju Kekuatan Komunitas
Goshen Experience Center...
Goshen Experience Center Diluncurkan, Ruang Demo Terintegrasi Shure & Q-SYS
Apple Hentikan Aplikasi...
Apple Hentikan Aplikasi Edit Video Clips
Penjelasan Amien Rais...
Penjelasan Amien Rais soal Videonya yang Viral dan Menuai Polemik
Kenalan dengan V+Short,...
Kenalan dengan V+Short, Aplikasi Nonton Microdrama yang Lagi Naik Daun
AALAI: Ada 17 Laporan...
AALAI: Ada 17 Laporan Polisi soal Video Ceramah Jusuf Kalla
Rekomendasi
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved