Korea Selatan Haramkan DeepSeek, Ini Alasannya
Kamis, 06 Februari 2025 - 12:14 WIB
loading...
DeepSeek Ancaman Baru China untuk Korea Selatan . FOTO/ THE DECODER
A
A
A
SEOUL - Kementerian luar negeri, perdagangan, dan pertahanan Korea Selatan pada hari Rabu memblokir akses ke layanan kecerdasan buatan (AI) China, DeepSeek , karena kekhawatiran tentang pengumpulan data pengguna.
BACA JUGA - DeepSeek Ancaman Baru China untuk AS Setelah TikTok
Seperti dilansir dari Yonhap melaporkan menurut beberapa sumber kementerian, akses ke layanan tersebut diblokir pada komputer kementerian yang terhubung ke jaringan eksternal.
Seorang pejabat kementerian mengatakan kepada Kantor Berita Yonhap bahwa pesan yang menunjukkan akses terbatas akan muncul ketika seseorang mencoba mengunjungi situs web tersebut.
Seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengutip "kekhawatiran teknis" sebagai alasan pembatasan akses ke komputer yang terkait dengan pekerjaan militer.
Ketiga kementerian tersebut merupakan departemen pemerintah utama yang menangani data sensitif terkait urusan luar negeri, perdagangan, dan keamanan nasional.
Langkah tersebut, yang dilaksanakan berdasarkan penilaian mereka sendiri, dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi kekhawatiran bahwa data pemerintah yang sensitif dapat dikompromikan ketika pejabat menggunakan layanan AI generatif.
BACA JUGA - DeepSeek Ancaman Baru China untuk AS Setelah TikTok
Seperti dilansir dari Yonhap melaporkan menurut beberapa sumber kementerian, akses ke layanan tersebut diblokir pada komputer kementerian yang terhubung ke jaringan eksternal.
Seorang pejabat kementerian mengatakan kepada Kantor Berita Yonhap bahwa pesan yang menunjukkan akses terbatas akan muncul ketika seseorang mencoba mengunjungi situs web tersebut.
Seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengutip "kekhawatiran teknis" sebagai alasan pembatasan akses ke komputer yang terkait dengan pekerjaan militer.
Ketiga kementerian tersebut merupakan departemen pemerintah utama yang menangani data sensitif terkait urusan luar negeri, perdagangan, dan keamanan nasional.
Langkah tersebut, yang dilaksanakan berdasarkan penilaian mereka sendiri, dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi kekhawatiran bahwa data pemerintah yang sensitif dapat dikompromikan ketika pejabat menggunakan layanan AI generatif.
Lihat Juga :