Bak Film Armageddon, Astroid Pembawa Petaka Bennu Diprediksi Tabrak Bumi 157 Tahun Lagi
Jum'at, 07 Februari 2025 - 12:13 WIB
loading...
Para astronom memperkirakan bahwa Bennu memiliki peluang 1 banding 2.700 untuk mempengaruhi Bumi pada September 2182. Foto: NASA
A
A
A
JAKARTA - “Kiamat” mungkin akan terjadi 157 tahun lagi. Tepatnya, ketika asteroid Bennu diprediksi akan menabrak bumi.
Jika benar-benar terjadi, batuan luar angkasa ini dapat menyebabkan kerusakan global yang besar. Meski, ukurannya jauh lebih kecil daripada asteroid yang memusnahkan dinosaurus.
Para astronom memperkirakan bahwa Bennu memiliki peluang 1 banding 2.700 untuk mempengaruhi Bumi pada September 2182, yang setara peluang 0,037%.
Asteroid tersebut, yang mengandung bahan penyusun kehidupan menurut penelitian terbaru dari sampel yang dikembalikan ke Bumi oleh misi OSIRIS-REx NASA, adalah batuan luar angkasa berukuran sedang dengan diameter sekitar 500 meter.
Asteroid yang menghantam Bumi 66 juta tahun lalu dan menyebabkan kepunahan dinosaurus diperkirakan berdiameter sekitar 10 kilometer dan menandai asteroid besar terakhir yang diketahui menghantam planet ini.
Tim peneliti memodelkan efek tumbukan semacam itu terhadap bumi, termasuk iklim global dan ekosistem di darat dan lautan. Ini terlihat di studi yang diterbitkan di jurnal Science Advances.
Asteroid berukuran sedang seperti Bennu bertumbukan dengan Bumi sekitar setiap 100.000 hingga 200.000 tahun, menurut penelitian tersebut.
Jika benar-benar terjadi, batuan luar angkasa ini dapat menyebabkan kerusakan global yang besar. Meski, ukurannya jauh lebih kecil daripada asteroid yang memusnahkan dinosaurus.
Para astronom memperkirakan bahwa Bennu memiliki peluang 1 banding 2.700 untuk mempengaruhi Bumi pada September 2182, yang setara peluang 0,037%.
Asteroid tersebut, yang mengandung bahan penyusun kehidupan menurut penelitian terbaru dari sampel yang dikembalikan ke Bumi oleh misi OSIRIS-REx NASA, adalah batuan luar angkasa berukuran sedang dengan diameter sekitar 500 meter.
Asteroid yang menghantam Bumi 66 juta tahun lalu dan menyebabkan kepunahan dinosaurus diperkirakan berdiameter sekitar 10 kilometer dan menandai asteroid besar terakhir yang diketahui menghantam planet ini.
Tim peneliti memodelkan efek tumbukan semacam itu terhadap bumi, termasuk iklim global dan ekosistem di darat dan lautan. Ini terlihat di studi yang diterbitkan di jurnal Science Advances.
Asteroid berukuran sedang seperti Bennu bertumbukan dengan Bumi sekitar setiap 100.000 hingga 200.000 tahun, menurut penelitian tersebut.
Lihat Juga :