Kondisi Alam Semesta Tidak Stabil, NASA Minta Penduduk Bumi Siaga 1
Kamis, 13 Februari 2025 - 19:37 WIB
loading...
Kondisi Alam Semesta Tidak Stabil. FOTO/ IFL SCIENCE
A
A
A
JAKARTA - Peluang asteroid penghancur kota yang diprediksi akan menghantam Bumi dalam waktu kurang dari 10 tahun telah meningkat. Ilmuwan yakin kondisi alam semesta yang tidak stabil yang memicu fenomena iti.
BACA JUGA - Dua Asteroid Melintasi Bumi Hari Ini
Asteroid 2024 YR4 ditemukan oleh Sistem Peringatan Terakhir Dampak Terestrial Asteroid NASA dan sekarang berada di puncak Tabel Risiko Sentry NASA dan Daftar Risiko Dampak NEO (objek dekat Bumi) Badan Antariksa Eropa.
Diperkirakan lebarnya 300 kaki (90 meter) dan saat ini berjarak 27 juta mil, meskipun jika menabrak Bumi, ia dapat melenyapkan sebuah kota.
Objek luar angkasa tersebut kira-kira berukuran sama dengan asteroid Tunguska yang menghantam sekitar 830 mil persegi (2.150 km persegi) hutan terpencil Siberia pada tahun 1908. Peristiwa ini tetap menjadi peristiwa tabrakan terbesar di Bumi dalam sejarah yang tercatat meskipun tabrakan yang jauh lebih besar terjadi pada masa prasejarah.
Menurut Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) NASA, peluang terjadinya tabrakan pada tahun 2032 dihitung sebesar 2,3 persen, atau peluang satu banding 43. Asteroid ini juga memiliki peringkat tiga yang langka pada Skala Bahaya Dampak Torino (peringkat 10 akan sangat buruk). Dengan demikian, sebelumnya, peluang terjadinya tabrakan dilaporkan sekitar satu banding 83 dan pembaruan lebih lanjut diharapkan akan segera hadir menjelang tanggal 22 Desember 2032 yang merupakan saat asteroid tersebut berpotensi menghantam planet kita.
BACA JUGA - Dua Asteroid Melintasi Bumi Hari Ini
Asteroid 2024 YR4 ditemukan oleh Sistem Peringatan Terakhir Dampak Terestrial Asteroid NASA dan sekarang berada di puncak Tabel Risiko Sentry NASA dan Daftar Risiko Dampak NEO (objek dekat Bumi) Badan Antariksa Eropa.
Diperkirakan lebarnya 300 kaki (90 meter) dan saat ini berjarak 27 juta mil, meskipun jika menabrak Bumi, ia dapat melenyapkan sebuah kota.
Objek luar angkasa tersebut kira-kira berukuran sama dengan asteroid Tunguska yang menghantam sekitar 830 mil persegi (2.150 km persegi) hutan terpencil Siberia pada tahun 1908. Peristiwa ini tetap menjadi peristiwa tabrakan terbesar di Bumi dalam sejarah yang tercatat meskipun tabrakan yang jauh lebih besar terjadi pada masa prasejarah.
Menurut Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) NASA, peluang terjadinya tabrakan pada tahun 2032 dihitung sebesar 2,3 persen, atau peluang satu banding 43. Asteroid ini juga memiliki peringkat tiga yang langka pada Skala Bahaya Dampak Torino (peringkat 10 akan sangat buruk). Dengan demikian, sebelumnya, peluang terjadinya tabrakan dilaporkan sekitar satu banding 83 dan pembaruan lebih lanjut diharapkan akan segera hadir menjelang tanggal 22 Desember 2032 yang merupakan saat asteroid tersebut berpotensi menghantam planet kita.
Lihat Juga :