Riset Dampak Pergeseran Perilaku Penggunaan Kecerdasan Buatan dan Big Data

Jum'at, 15 April 2022 - 11:11 WIB
Riset Pergeseran Perilaku Penggunaan Kecerdasan Buatan dan Big Data. FOTO/ IST
MENLO PARK - Penelitian terbaru dari Cloudera, perusahaan hybrid data cloud, mengungkapkan bahwa lebih dari seperempat (26%) dari pembuat keputusan bisnis global kini semakin meningkatkan investasi untuk lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan (environmental, social and corporate governance/ESG), dibanding untuk mengembangkan produk/layanan baru (24%) atau mempercepat pertumbuhan finansial (21%).

Para pekerja intelektual juga meyakini bahwa 49% dari data yang digunakan perusahaan mereka setiap hari seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat yang mereka layani. Ini adalah pendapat yang disetujui oleh 52% pembuat keputusan bisnis – satu indikasi jelas bahwa profit dan ESG bukan dua hal terpisah yang sama-sama dikejar.



BACA JUGA - Jokowi Ingin Pelayanan Kesehatan Menggunakan Kecerdasan Buatan

Penemuan ini diungkap dalam penelitian bertajuk Limitless: The Positive Power of AI Study dari Cloudera, yang melakukan survei kepada 2.213 pembuat keputusan bisnis enterprise – termasuk 54% representasi dari jajaran C-Suite – dan 10.880 pekerja intelektual di Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA), India dan Asia Pasifik (termasuk Indonesia).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!