Seperti Otak Manusia, Kognitif Chatbot AI Diklaim Semakin Tua Akan Menurun
Kamis, 27 Februari 2025 - 10:55 WIB
loading...
Kognitif Chatbot AI Diklaim Semakin Tua Akan Menurun. FOTO/ DAILY
A
A
A
LONDON - Penelitian menunjukkan, chatbot AI generatif menunjukkan penurunan kognitif yang sama seperti otak manusia seiring bertambahnya usia.
BACA JUGA - Ilmuwan Sukses Tanam Sel Otak Manusia ke Otak Tikus
Kecerdasan buatan (AI) masih merupakan bidang teknologi yang baru dan sedang berkembang, artinya belum banyak yang diketahui tentang cara kerjanya seiring berjalannya waktu.
Dalam upaya untuk memahami bagaimana usia memengaruhi AI, tim ilmuwan data dan ahli saraf dari Universitas Tel Aviv melakukan penelitian dan menemukan chatbot generatif seperti ChatGPT dan Google Gemini menunjukkan tanda-tanda penurunan dan penurunan kognitif yang serupa seiring bertambahnya usia seperti otak manusia.
Roy Dayan dan Benjamin Uliel, keduanya ahli saraf, melakukan beberapa chatbot berbeda melalui serangkaian pengujian kognitif yang biasanya digunakan untuk menilai fungsi otak manusia seperti ingatan jangka pendek, fungsi eksekutif, dan perhatian terfokus, dan dapat menguji kondisi kognitif seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer.
Untuk salah satu pengujian – Tes Penilaian Kognitif Montreal (MoCA) 30 poin – chatbot GPT-4o memperoleh skor tertinggi yaitu 26 dari 30.
Meskipun mungkin terdengar tidak terlalu buruk, skor 26 menunjukkan penurunan kognitif ringan, yang berarti semua chatbot yang diuji menunjukkan tanda-tanda penurunan.
BACA JUGA - Ilmuwan Sukses Tanam Sel Otak Manusia ke Otak Tikus
Kecerdasan buatan (AI) masih merupakan bidang teknologi yang baru dan sedang berkembang, artinya belum banyak yang diketahui tentang cara kerjanya seiring berjalannya waktu.
Dalam upaya untuk memahami bagaimana usia memengaruhi AI, tim ilmuwan data dan ahli saraf dari Universitas Tel Aviv melakukan penelitian dan menemukan chatbot generatif seperti ChatGPT dan Google Gemini menunjukkan tanda-tanda penurunan dan penurunan kognitif yang serupa seiring bertambahnya usia seperti otak manusia.
Roy Dayan dan Benjamin Uliel, keduanya ahli saraf, melakukan beberapa chatbot berbeda melalui serangkaian pengujian kognitif yang biasanya digunakan untuk menilai fungsi otak manusia seperti ingatan jangka pendek, fungsi eksekutif, dan perhatian terfokus, dan dapat menguji kondisi kognitif seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer.
Untuk salah satu pengujian – Tes Penilaian Kognitif Montreal (MoCA) 30 poin – chatbot GPT-4o memperoleh skor tertinggi yaitu 26 dari 30.
Meskipun mungkin terdengar tidak terlalu buruk, skor 26 menunjukkan penurunan kognitif ringan, yang berarti semua chatbot yang diuji menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Lihat Juga :