Jet Tempur Ringan Turki Ini Diklaim Lebih Ekonomis dari F-16, Bikin Malaysia Tergoda
Sabtu, 12 Februari 2022 - 20:09 WIB
Baca juga; Airbus C295 Bisa Dioperasikan Jarak Jauh dari Darat, Ini Perangkat Canggihnya
Turki diperkirakan akan menerima simulator TAI Hürjet pertamanya untuk Angkatan Udara pada akhir tahun 2025. Pada akhir tahun 2027 akan menerima unit pertama versi TAI Hurjet – C, versi tempur.
Akhir tahun lalu, Malaysia meluncurkan tender pembelian 18 pesawat tempur ringan yang dibutuhkan Royal Malaysian Air Force [RMAF]. Menurut sumber lokal Malaysia, sejauh ini enam perusahaan telah menyerahkan dokumen tender.
Di antaranya Korea Aerospace Industries dengan pesawat tempur ringan FA 50, China berpartisipasi dengan L-15, Italia berpartisipasi dengan Leonardo M-346, India menawarkan Tejas Malaysia, dan Federasi Rusia menawarkan MiG-35.
Sebelum peluncuran lelang di Malaysia, beredar opini publik bahwa pesawat tempur JF-17 Pakistan-India menjadi favorit untuk memenangkan lelang, namun kemudian ternyata pesawat ini tidak ikut atau tidak diperbolehkan mengikuti prosedur tender.
Turki diperkirakan akan menerima simulator TAI Hürjet pertamanya untuk Angkatan Udara pada akhir tahun 2025. Pada akhir tahun 2027 akan menerima unit pertama versi TAI Hurjet – C, versi tempur.
Akhir tahun lalu, Malaysia meluncurkan tender pembelian 18 pesawat tempur ringan yang dibutuhkan Royal Malaysian Air Force [RMAF]. Menurut sumber lokal Malaysia, sejauh ini enam perusahaan telah menyerahkan dokumen tender.
Di antaranya Korea Aerospace Industries dengan pesawat tempur ringan FA 50, China berpartisipasi dengan L-15, Italia berpartisipasi dengan Leonardo M-346, India menawarkan Tejas Malaysia, dan Federasi Rusia menawarkan MiG-35.
Sebelum peluncuran lelang di Malaysia, beredar opini publik bahwa pesawat tempur JF-17 Pakistan-India menjadi favorit untuk memenangkan lelang, namun kemudian ternyata pesawat ini tidak ikut atau tidak diperbolehkan mengikuti prosedur tender.
(wib)
Lihat Juga :