Bandar Antariksa di Biak: Kenapa Papua Jadi Pilihan BRIN untuk Peluncuran Satelit?
Rabu, 08 Juli 2026 - 16:06 WIB
loading...
BRIN pastikan Pulau Biak jadi lokasi utama Bandar Antariksa Nasional, dengan lahan 100 hektare yang sudah dikuasai dan persetujuan mayoritas tokoh adat setempat. Foto: Sindonews/Niko Prayoga
A
A
A
BIAK - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menegaskan Pulau Biak, Papua, tetap menjadi lokasi utama pembangunan Bandar Antariksa Nasional.
Pertimbangannya bukan baru: kajian saintifik atas wilayah ini sudah berjalan sejak awal 1990-an.
"Itu salah satu lokasi yang kita anggap sangat efisien karena kedekatan dengan orbit. Karena itu adalah wilayah yang memang sudah dari dulu diperhitungkan secara saintifik," kata Arif saat diwawancarai usai Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Kantor Pusat BRIN, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Posisi geografis Biak yang dekat garis khatulistiwa membuat peluncuran roket lebih hemat bahan bakar—prinsip yang sama dipakai fasilitas peluncuran seperti Kourou di Guyana Prancis.
Zona inti: sekitar 100 hektare, dan lahan ini sudah dimiliki BRIN sejak lama.
Pertimbangannya bukan baru: kajian saintifik atas wilayah ini sudah berjalan sejak awal 1990-an.
"Itu salah satu lokasi yang kita anggap sangat efisien karena kedekatan dengan orbit. Karena itu adalah wilayah yang memang sudah dari dulu diperhitungkan secara saintifik," kata Arif saat diwawancarai usai Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Kantor Pusat BRIN, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Posisi geografis Biak yang dekat garis khatulistiwa membuat peluncuran roket lebih hemat bahan bakar—prinsip yang sama dipakai fasilitas peluncuran seperti Kourou di Guyana Prancis.
Kebutuhan Lahan: Zona Inti dan Zona Penyangga
Menurut Arif, pembangunan bandar antariksa membutuhkan dua kategori lahan:Zona inti: sekitar 100 hektare, dan lahan ini sudah dimiliki BRIN sejak lama.
Lihat Juga :