Cara Mengukur Saturasi Oksigen Menggunakan Smartwatch atau Smartband
Minggu, 27 Juni 2021 - 19:35 WIB
Tanpa Pulse Oxymeter, pasien tidak akan bisa mengetahui bahwa oksigen dalam tubuhnya sangat rendah.
Karenanya, dokter Richard Levitan dari Rumah Sakit Bellevue di New York merekomendasikan agar masyarakat memiliki alat tersebut.
Terutama bagi mereka yang positif setelah melakukan tes PCR atau Swab Antigen.
Fungsinya mendeteksi secara dini jika terjadi penurunan saturasi oksigen dalam tubuh dan cepat melakukan langkah pencegahan.
Nah, Pulse Oximeter ini sebenarnya juga dimiliki oleh smartwatch ataupun smartband yang sudah dijual di pasar.
Salah satunya Mi Smart Band 6 yang dibanderol sekitar Rp500 ribu.
Dengan memantau kadar SpO2 di tubuh secara berkala, paling tidak konsumen sudah bisa mendeteksi secara dini salah satu gejala Covid-19.
Karenanya, dokter Richard Levitan dari Rumah Sakit Bellevue di New York merekomendasikan agar masyarakat memiliki alat tersebut.
Terutama bagi mereka yang positif setelah melakukan tes PCR atau Swab Antigen.
Fungsinya mendeteksi secara dini jika terjadi penurunan saturasi oksigen dalam tubuh dan cepat melakukan langkah pencegahan.
Nah, Pulse Oximeter ini sebenarnya juga dimiliki oleh smartwatch ataupun smartband yang sudah dijual di pasar.
Salah satunya Mi Smart Band 6 yang dibanderol sekitar Rp500 ribu.
Dengan memantau kadar SpO2 di tubuh secara berkala, paling tidak konsumen sudah bisa mendeteksi secara dini salah satu gejala Covid-19.
Lihat Juga :