Pengguna Telegram Diperdaya Hacker untuk Menambang Mata Uang Virtual

Rabu, 14 Februari 2018 - 23:03 WIB
Pengguna Telegram Diperdaya...
Pengguna Telegram Diperdaya Hacker untuk Menambang Mata Uang Virtual
A A A
NEW YORK - Para ahli Kaspersky Lab menemukan serangan ‘in the wild' yang dilakukan oleh malware baru dengan menggunakan kerentanan zero-day di aplikasi Desktop Telegram. Kerentanan itu digunakan untuk mendistribusikan malware serbaguna, yang tergantung komputer bisa digunakan baik sebagai backdoor atau sebagai alat untuk mengirimkan software mining. Menurut penelitian, kerentanan ini dieksploitasi secara aktif sejak Maret 2017 yang berfungsi sebagai penambangan mata uang virtual (cryptocurrency), seperti Monero, dan Zcash.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa para ahli dapat mengidentifikasi serangan 'in the wild' dengan kerentanan baru yang sebelumnya tidak dikenal di versi desktop dari layanan pesan instan populer lainnya.

Menurut penelitian, kerentanan zero-day Telegram didasarkan pada metode Unicode RLO (right-to-left override). Hal ini umumnya digunakan untuk pengkodean bahasa yang ditulis dari kanan ke kiri, seperti bahasa Arab atau bahasa Ibrani. Selain itu, hal ini juga dapat digunakan oleh pencipta malware untuk menyesatkan pengguna agar mengunduh file berbahaya yang disamarkan, misalnya sebagai gambar.

"Kami telah menemukan beberapa skenario eksploitasi zero-day ini, selain malware dan spyware umum, yang digunakan untuk mengirimkan malware mining - infeksi semacam ini telah menjadi tren global yang telah kita lihat sepanjang tahun lalu. Selanjutnya, kami percaya ada cara lain untuk menyalahgunakan kerentanan zero-day ini," ungkap Alexey Firsh, Malware Analyst, Targeted Attacks Research, Kaspersky Lab, dalam keterangan resminya, Rabu (14/1/2018).

Ia menambahkan, penyerang menggunakan karakter Unicode tersembunyi dalam nama file yang dapat membalik urutan karakter, sehingga mengganti nama file itu sendiri. Akibatnya, pengguna mengunduh malware tersembunyi yang kemudian dipasang di komputer mereka.

"Selama proses analisis, para ahli Kaspersky Lab mengidentifikasi beberapa skenario eksploitasi zero-day“in the wild” oleh para pelaku ancaman. Pertama, kerentanan itu dimanfaatkan untuk mengirimkan malware mining, yang dapat membahayakan pengguna secara signifikan. Kedua, setelah berhasil mengeksploitasi kerentanan, sebuah backdoor yang menggunakan API Telegram sebagai protokol command and control telah terinstal, yang memberikan hacker akses jarak jauh ke komputer milik korban," ungkap Alexey Firsh.
(wbs)
Berita Terkait
Cara Share Screen di...
Cara Share Screen di Aplikasi Telegram, Harus Gunakan Trik Khusus!
5 Manfaat Bot di Telegram,...
5 Manfaat Bot di Telegram, Bisa untuk Download Video Instagram dan TikTok
Lupakan Dulu WhatsApp,...
Lupakan Dulu WhatsApp, Begini Cara Kembangkan Bisnis Online lewat Telegram
Ini 3 Cara Menghapus...
Ini 3 Cara Menghapus Kontak Telegram dengan Mudah dan Praktis
10 Kelebihan Telegram...
10 Kelebihan Telegram Premium Dibandingkan Telegram Gratisan
Tips Memanfaatkan Telegram...
Tips Memanfaatkan Telegram di Momen Lebaran Bagi yang Tidak Mudik
Berita Terkini
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
2 jam yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
5 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
13 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
14 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
18 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
18 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved