Badai Dahsyat Berkecepatan 100 Km/Jam Menggerus Lapisan Es di Arktik
Kamis, 08 Desember 2022 - 19:12 WIB
loading...
A
A
A
“Hilangnya es laut dalam enam hari adalah perubahan terbesar yang kami temukan dalam pengamatan sejak 1979. Kemudian, luas es yang hilang 30% lebih besar dari rekor sebelumnya," kata Ed Blanchard-Wrigglesworth, seorang ilmuwan University of Washington di Seattle, dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Kamis (8/12/2022).
![Badai Dahsyat Berkecepatan 100 Km/Jam Menggerus Lapisan Es di Arktik]()
Siklon Arktik terlihat berputar-putar di atas Samudra Arktik pada 28 Juli 2020. Siklon Arktik dapat menyebabkan pencairan es laut yang cepat. Foto/NASA
Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada bulan November 2022, tim ilmuwan NASA menemukan bahwa hilangnya es laut dan suhu yang lebih hangat akan menyebabkan badai Arktik yang lebih kuat pada akhir abad ini. Badai yang lebih hebat itu dapat membawa curah hujan yang dapat mencairkan es laut, menyebabkan suhu yang lebih hangat, dan mengaduk air yang lebih hangat dari bawah.
Baca juga; Pertanda Buruk, Ilmuwan Melihat Lubang Besar di Es Terakhir Arktik
“Melangkah ke masa depan, ini adalah sesuatu yang perlu diingat, bahwa peristiwa ekstrem ini mungkin menghasilkan episode kehilangan es laut yang sangat besar,” kata Blanchard-Wrigglesworth.

Siklon Arktik terlihat berputar-putar di atas Samudra Arktik pada 28 Juli 2020. Siklon Arktik dapat menyebabkan pencairan es laut yang cepat. Foto/NASA
Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada bulan November 2022, tim ilmuwan NASA menemukan bahwa hilangnya es laut dan suhu yang lebih hangat akan menyebabkan badai Arktik yang lebih kuat pada akhir abad ini. Badai yang lebih hebat itu dapat membawa curah hujan yang dapat mencairkan es laut, menyebabkan suhu yang lebih hangat, dan mengaduk air yang lebih hangat dari bawah.
Baca juga; Pertanda Buruk, Ilmuwan Melihat Lubang Besar di Es Terakhir Arktik
“Melangkah ke masa depan, ini adalah sesuatu yang perlu diingat, bahwa peristiwa ekstrem ini mungkin menghasilkan episode kehilangan es laut yang sangat besar,” kata Blanchard-Wrigglesworth.
(wib)
Lihat Juga :