Google Resmi Tutup Layanan Translate di China

Selasa, 04 Oktober 2022 - 15:49 WIB
loading...
Google Resmi Tutup Layanan Translate di China
Jarang digunakan, Google resmi tutup layanan translate di China. FOTO/ IST
A A A
MENLO PARK - Google resmi umumkan menutup layanan Translate telah dihentikan di daratan China. Perusahaan menyebut keputusan ini terpaksa diambil lantaran hampir tidak ada orang yang menggunakannya di sana.

BACA JUGA - Google Berikan Opsi Atasi Gangguan Kesalahan Lokasi Google Maps

"Kami menghentikan Google Translate di dartan China daratan karena penggunaan yang rendah," kata Google dalam sebuah pernyataan, dikutip dari TechSpot, Selasa (4/10/2022).

Meskipun Google mengklaim bahwa mereka tidak memiliki pasar di daratan China, namun menurut platform analisis web Similarweb, pengguna layanan tersebut masih vukup tinggi.

Dikatakan bahwa situs web Google Terjemahan berbahasa Mandarin masih memiliki 53,5 juta kunjungan dari gabungan pengguna desktop dan seluler pada bulan Agustus tahun 2022 ini.

Tidak diketahui secara pasti apakah minimnya pengguna ini benar-benar menjadi alasan kuat untuk Google Translate meninggalkan China. Yang jelas selama ini Google memiliki hubungan yang kompleks dengan negara tersebut.

Belum lagi serangan siber besar-besaran yang dikombinasikan dengan sensor pemerintah yang berlebihan yang harus dihadapi pengguna internet, mendorong perusahaan AS untuk menarik mesin pencarinya dari China pada 2010.

Untuk diketahui,Google Translate diperkenalkan kembali ke daratan Cina pada tahun 2017. Saat ini layanan sudah dihentikan, menyusul Gmail, Chrome, dan Search yang sudah lebih dulu angkat kaki.

Terlepas dari kesan permusuhan yang muncul, ada laporan pada tahun 2018 bahwa Google telah membangun versi mesin pencari yang sangat disensor, dengan nama kode Dragonfly, untuk pasar Cina yang menautkan pertanyaan ke nomor telepon.

Itu juga dikatakan untuk memblokir subjek terlarang tertentu, termasuk agama, hak asasi manusia, dan protes damai.

Ketegangan antara China dan AS memang meningkat baru-baru ini. AS juga telah memukul China dengan larangan ekspor dan bagian, menghalangi rencana untuk mengembangkan pasar semikonduktor domestiknya.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1816 seconds (10.55#12.26)