Jejak Digital Sulit Dihapus, Pakar: Hati-Hati Berekspresi di Dunia Maya
Selasa, 26 Juli 2022 - 12:35 WIB
loading...
Jejak digital sangat sulit dihapus dari dunia maya, karena itu pengguna internet harus hati-hati. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Keberadaan jejak digital saat ini bisa disamakan dengan riwayat hidup atau biodata seseorang . Karena itu, pakar mewanti-wanti agar warganet berhati-hati saat berekspresi di dunia maya. Khususnya di media sosial. Karena terkait dengan pengelolaan rekam jejak digital.
Dosen Fisikom Unisba Santi Indra Astuti mengatakan, setiap aktivitas di internet akan menghasilkan jejak digital yang kemudian dapat mempengaruhi reputasi orang yang bersangkutan.
”Jika aktivitas Anda membuat konten positif dan komentar yang baik, tentu akan menghasilkan reputasi yang bagus pula. Dan hal ini berlaku sebaliknya,” ungkap Santi dalam webinar “Etika Bebas Berpendapat di Dunia Digital” yang dihelat Gerakan Nasional Literasi Digital, Kominfo.
Menurutnya, sistem algoritma juga akan mempengaruhi jejak digital warganet, sehingga tampilan dan iklan di internet dan media sosial akan menyesuaikan aktivitas yang dilakukan pengguna.
”Sekarang, di internet orang lain tidak hanya dapat mengetahui nama kita. Namun juga dengan jejak digital. Karena bisa membaca alamat, perilaku, hingga aktivitas belanja kita,” ujarnya.
Dosen Fisikom Unisba Santi Indra Astuti mengatakan, setiap aktivitas di internet akan menghasilkan jejak digital yang kemudian dapat mempengaruhi reputasi orang yang bersangkutan.
”Jika aktivitas Anda membuat konten positif dan komentar yang baik, tentu akan menghasilkan reputasi yang bagus pula. Dan hal ini berlaku sebaliknya,” ungkap Santi dalam webinar “Etika Bebas Berpendapat di Dunia Digital” yang dihelat Gerakan Nasional Literasi Digital, Kominfo.
Menurutnya, sistem algoritma juga akan mempengaruhi jejak digital warganet, sehingga tampilan dan iklan di internet dan media sosial akan menyesuaikan aktivitas yang dilakukan pengguna.
”Sekarang, di internet orang lain tidak hanya dapat mengetahui nama kita. Namun juga dengan jejak digital. Karena bisa membaca alamat, perilaku, hingga aktivitas belanja kita,” ujarnya.
Lihat Juga :