Ini Alasan Dua Bos Situs Porno Pornhub Mengundurkan Diri

Jum'at, 24 Juni 2022 - 11:38 WIB
loading...
Ini Alasan Dua Bos Situs Porno Pornhub Mengundurkan Diri
Feran Antoon selaku Chief Executive Officer (CEO) dan David Tassillo selaku Chief Operating Officer (COO) Pornhub mengundurkan diri. Foto: ist
A A A
AMERIKA - Dua petinggi situs porno Pornhub dilaporkan mengundurkan diri. Keduanya adalah Feran Antoon selaku Chief Executive Officer (CEO) dan David Tassillo selaku Chief Operating Officer (COO).

Banyak yang menduga pengunduran diri Feran Antoon dan David Tassillo karena pemberitaan dari The New Yorker. The New Yorker melakukan investigasi, dan menemukan celah dalam sistem moderasi konten Pornhub. Bahwa ternyata sistem moderasi konten Pornhub gagal menyeleksi mana video dengan individu di bawah umur.

Artinya, bisa saja video yang tayang di Pornhub berisi aktor/aktris di bawah umur dan tetap tayang meski sudah melewati moderasi.
Meski demikian juru bicara MindGeek (induk perusahaan Pornhub) membantah hal tersebut, menyebut bahwa mundurnya CEO dan COO Pornhub sudah direncanakan sejak lama. Terkait jaraknya yang berdekatan dengan laporan The New Yorker, hanya “kebetulan”.

Meski mundur dari jabatan CEO dan COO, Feran Antoon dan David Tassillo tetap menjadi pemegang saham di perusahaan. Adapun MindGeek saat ini sedang mencari pengganti keduanya.

Untuk diketahui, Pornhub sendiri telah lama dikritik karena menayangkan video remaja di bawah umur, korban kekerasan seksual, dan sejenisnya, di platform mereka, seperti dilansir The Verge.

Laporan investigasi dari The New Yorker semakin menegaskan hal tersebut. Salah satunya, wawancara dengan remaja yang videonya diunggah di Pornhub saat mereka sedang di bawah umur dan tidak bisa menghapusnya meski sudah meminta ke Pornhub.

Bahkan, walaupun konten video itu sudah dihapus, tak lama muncul lagi dengan uploader yang berbeda. Dan Pornhub dituduh tidak bisa melakukan moderasi dengan baik.

Pornhub juga sudah mendapat gugatan class action. Sebab, platform tersebut dianggap gagal menghapus video “korban” yang tidak setuju video mereka ditayangkan.



Sebenarnya, Pornhub bukannya diam. Mereka sudah mengambil langkah sejak 2020 silam. Klaim data perusahaan, sudah banyak video yang mereka hapus. Terutama dari pengguna yang belum diverifikasi. Namun, agaknya langkah tersebut dianggap belum cukup.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1029 seconds (0.1#10.140)