Jadi Bumerang, Penghancuran Menara 3G Bikin Sistem Komunikasi Rusia Disadap Ukraina

Rabu, 09 Maret 2022 - 07:05 WIB
loading...
Jadi Bumerang, Penghancuran...
Komunikasi militer Rusia yang menggunakan Sistem Era Kriptofon bisa disadap pasukan Ukraina. Foto/Datacenterdynamics
A A A
KIEV - Serangan pasukan Rusia ke fasilitas komunikasi, seperti menara telekomunikasi 3G/4G, di wilayah Ukraina menjadi bumerang. Sebab, komunikasi militer Rusia yang menggunakan Sistem Era Kriptofon malah bisa disadap pasukan Ukraina.

Pasukan Rusia menggunakan Sistem Era Kriptofon sebagai jalur komunikasi yang dirancang aman di medan perang. Namun, sistem ini juga mengandalkan infrastruktur yang stabil seperti menara telekomonukasi 3G/4G.

Setelah banyak menara telekomunikasi dihancurkan, pasukan Rusia terpaksa menggunakan jalur komunikasi yang tidak terenkripsi. Akibatnya, panggilan telepon pasukan Rusia di Ukraina yang menggunakan saluran telepon komersial untuk berkomunikasi berhasil disadap.

Baca juga; Lihat Keganasan Rudal S-400 Rusia, Sekutu Ukraina Ragu Kirim Bantuan Jet Tempur

Ukraina menggunakan perangkat penyadap Stingray yang fungsinya meniru menara seluler, artinya jaringan ponsel terhubung dengannya, kemudian datanya disadap. “Para idiot mencoba menggunakan kriptofon Era di Kharkiv, setelah menghancurkan banyak menara seluler 3G sehingga tersadap Stingray," kata Direktur Eksekutif Bellingcat Christo Grozev melalui akun Twitter dikutip SINDOnews dari laman Datacenterdynamics, Rabu (9/3/2022).

Grozev menambahkan, Era adalah sistem kriptofon (cryptophone) super mahal yang diperkenalkan (kementerian pertahanan Rusia) pada tahun 2021 dengan sangat meriah. Sistem komunikasi Era Itu dijamin (untuk) bekerja 'dalam semua kondisi'.

Namun, saat invasi ke Ukraina, lanjut Grozev, jaringan komunikasi tentara Rusia tidak dapat bekerja di wilayah operasi tentara Rusia. “Sebab, sistem Kriptofon Era membutuhkan jaringan 3G/4G untuk berkomunikasi," katanya.

Baca juga; Satelit Starlink Dapat Serangan Cyber di Atas Ukraina, Elon Musk Fokus Pertahanan

Pasukan Rusia juga menggunakan radio walkie-talkie yang tidak terenkripsi, yang memungkinkan orang lain untuk mendengarkan. Kegagalan keamanan sistem komunikasi pasukan Rusia memungkinkan badan intelijen pertahanan Ukraina untuk mengkonfirmasi bahwa jenderal Rusia Vitaly Gerasimov, Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 Rusia, tewas.

Dalam panggilan telepon yang disadap, yang dikonfirmasi secara independen oleh kelompok pemeriksa fakta Bellingcat, dua petugas Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) Rusia terdengar mendiskusikan kematian Jenderal Vitaly Gerasimov di luar Kharkiv.

“Dalam panggilan tersebut, Anda mendengar petugas FSB yang berbasis di Ukraina bertanya kepada bosnya apakah dia dapat berbicara melalui sistem Era yang aman. Bos mengatakan Era tidak berfungsi,” ujar Christo Grozev.

Baca juga; Elon Musk Bantu Aktifkan Internet Ukraina dengan Satelit Starlink
Jadi Bumerang, Penghancuran Menara 3G Bikin Sistem Komunikasi Rusia Disadap Ukraina


Diketahui Rusia juga telah menargetkan beberapa infrastruktur Internet, tetapi belum berusaha untuk sepenuhnya memutuskan hubungan komunikasi di Ukraina. Ini bisa jadi karena militer Rusia juga memanfaatkan infrastruktur tersebut.

Kementerian Pertahanan Inggris telah mencatat pasukan Rusia berusaha mengganggu akses komunikasi dan informasi Ukraina. Seperti yang ditunjukkan oleh serangan udara di dua menara TV di Ukraina sejak invasi dimulai.

“Rusia mungkin menargetkan infrastruktur komunikasi Ukraina untuk mengurangi akses warga Ukraina terhadap berita dan informasi. Selama seminggu terakhir, pemadaman internet telah dilaporkan di Mariupol, Sumy, Kyiv, dan Kharkiv,” keterangan Kementerian Pertahanan Inggris.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Bongkar Teknologi Rudal...
Bongkar Teknologi Rudal Siluman Su-57 yang Timbulkan Masalah di Ukraina
Drone Satpam Presiden...
Drone Satpam Presiden Rusia yang Bikin Israel Mikir Nggak Berani Macam-macam
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Rekomendasi
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Brasil Resmi Gugat Keputusan...
Brasil Resmi Gugat Keputusan VAR ke FIFA, Gol Lionel Messi Ikut Terseret
Berita Terkini
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved