Akhir Pekan Ingin Coba Investasi Kripto, Pakar: Beli ETH dan BTC Dulu!

Sabtu, 05 Februari 2022 - 23:05 WIB
loading...
Akhir Pekan Ingin Coba Investasi Kripto, Pakar: Beli ETH dan BTC Dulu!
Naik turunnya aset kripto merupakan hal yang wajar terjadi dan memang berlangsung begitu cepat. Foto: Reuters
A A A
JAKARTA - Meski harga aset kripto ditentukan 100 persen oleh pasar, para investor (khususnya pemula) bisa memilih aset kripto mana yang harus dibeli melalui analisis fundamental.

Hal tersebut disampaikan CEO Indodax Oscar Darmawan. Investor pemula bisa melakukan riset, memahami profil risiko investor, serta informasi terhadap aset kripto yang akan dibeli.

”Untuk investor pemula lebih baik membeli Bitcoin dan Ethereum dulu. Sebab, kedua kripto tersebut memiliki kapitalisasi pasar tertinggi,” katanya. Nah, berikut yang bisa dilakukan investor pemula jika ingin berinvestasi di kripto:



Riset dan Screening
Oscar mengatakan, investor pemula bisa melakukan riset mengenai seluk beluk investasi kripto serta teknologi blockchain yang bisa dilakukan di internet.

Selanjutnya, proses screening. Pertama, menyaring aset kripto yang akan dibeli dari beberapa aset kripto terpilih. Lalu, screening profil resiko.

“Investor yang masuk kripto bukanlah investor dengan profil resiko konservatif. Sebab, kita tahu naik turun kripto itu sangat cepat. Jadi memang yang mau investasi di kripto lebih cocok yang memiliki profil risiko agresif atau agresif moderat,” tambah Oscar.

Analisis Fundamental
Setelah mini research dan screening dilakukan, investor dapat menganalisa aset kripto secara teknikal dan fundamental.

Analisis teknikal adalah proses analisis dengan melihat dan menganalisis pergerakan historis harga kripto tersebut di masa lampau.
Adapun analisis fundamental yakni melihat semua informasi finansial dan teknologi di belakangnya.

“Analisis fundamental saham dan kripto berbeda. Di market aset kripto, analisis fundamental bisa dilihat dari kapitalisasi pasar yang berupa nilai atau harga aset kripto yang dihitung dari jumlah keseluruhan aset yang beredar,” ujarnya.

Selain itu, analisis lain menurut Oscar bisa dilihat dari ketersediaan suatu aset yang bisa diukur dari supply-nya. ”Jika permintaan besar namun penawaran sedikit akibat proses burn token, maka harganya pun akan semakin tinggi. Sehingga minat beli terhadap harga aset kripto tersebut pun naik,” ujarnya.

Ketiga, dilihat dari volume trading. ”Ini memperlihatkan seberapa banyak aset kripto dijual ataupun dibeli selama 24 jam,” beber Oscar.

Keempat, adalah orang yang ada di belakang project tersebut. ”Yang kelima yaitu potential roadblocks serta keamanan aset tersebut, roadmap dari aset kripto tersebut yang menjelaskan apa yang telah dibuat dan akan dilakukan,” ujarnya.
(dan)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1997 seconds (0.1#10.140)