Bahaya Stiker Add Yours Instagram, Ini Data Pribadi yang Tidak Boleh Dibagikan
Sabtu, 27 November 2021 - 19:00 WIB
loading...
Stiker Add Yours di Instagram Stories dijadikan social engineering untuk merampas data pribadi pengguna. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Fitur stiker Add Yours di Instagram Stories belakangan sedang ramai dibicarakan karena ternyata menjadi celah keamanan data bagi pengguna.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengingatkan potensi bahaya dari fitur Add Yours ini, yakni adanya modus kejahatan siber dengan teknik social engineering.
BACA JUGA: Ini Alasan OPPO A95 Versi Indonesia Dibekali Fitur NFC
Melalui akun Instagram-nya Kemenkominfo mengatakan informasi di Add Yours yang diminta dan dibagikan jika dikumpulkan bisa menjadi kumpulan data pribadi.
”Data pribadi yang tersebar ke dunia maya berpeluang untuk disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab,” tulis mereka.
Social engineering sendiri adalah teknik manipulasi psikologi agar individu atau grup mau melakukan sesuatu atau menyerahkan informasi tertentu secara sukarela.
Social engineering juga bisa dilakukan melalui telepon dengan mengaku sebagai costumer service atau staf instansi bidang keuangan suatu perusahaan, mereka akan meminta data pribadi korban.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengingatkan potensi bahaya dari fitur Add Yours ini, yakni adanya modus kejahatan siber dengan teknik social engineering.
BACA JUGA: Ini Alasan OPPO A95 Versi Indonesia Dibekali Fitur NFC
Melalui akun Instagram-nya Kemenkominfo mengatakan informasi di Add Yours yang diminta dan dibagikan jika dikumpulkan bisa menjadi kumpulan data pribadi.
”Data pribadi yang tersebar ke dunia maya berpeluang untuk disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab,” tulis mereka.
Social engineering sendiri adalah teknik manipulasi psikologi agar individu atau grup mau melakukan sesuatu atau menyerahkan informasi tertentu secara sukarela.
Social engineering juga bisa dilakukan melalui telepon dengan mengaku sebagai costumer service atau staf instansi bidang keuangan suatu perusahaan, mereka akan meminta data pribadi korban.
Lihat Juga :