Terlalu Banyak Pekerjaan Secara Harfiah Bisa Mengubah Otak Anda
Jum'at, 16 Mei 2025 - 16:25 WIB
loading...
Otak Manusia FOTO. DAILY
A
A
A
LONDON - Ada banyak sekali saran di luar sana tentang keseimbangan yang tepat antara kehidupan dan pekerjaan. Sebuah studi baru memberi kita beberapa wawasan baru tentang potensi bahaya dar i bekerja berlebihan.
BACA JUGA - 7 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Otak, Bantu Cegah Pikun
Menghabiskan terlalu banyak waktu di tempat kerja dapat menyebabkan perubahan signifikan dalam struktur neurologis.
Menurut tim peneliti dari Republik Korea, perubahan tersebut terjadi di area otak yang terkait dengan kemampuan kita untuk merencanakan, mengatur, dan melakukan tugas; memori kerja; dan mengelola emosi kita .
Walaupun metode yang digunakan dalam penelitian ini tidak dapat membedakan sebab dari akibat, namun mengkhawatirkan kemungkinan adanya semacam hubungan antara bekerja berjam-jam dan kesehatan otak .
"Meskipun konsekuensi perilaku dan psikologis dari kerja berlebihan telah terdokumentasikan dengan baik, hanya sedikit yang diketahui tentang dampak langsungnya pada struktur otak. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa stres kronis dan pemulihan yang tidak memadai dapat mengubah morfologi otak, tetapi bukti neuroimaging empiris masih terbatas," tulis para peneliti dalam makalah yang mereka terbitkan.
BACA JUGA - 7 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Otak, Bantu Cegah Pikun
Menghabiskan terlalu banyak waktu di tempat kerja dapat menyebabkan perubahan signifikan dalam struktur neurologis.
Menurut tim peneliti dari Republik Korea, perubahan tersebut terjadi di area otak yang terkait dengan kemampuan kita untuk merencanakan, mengatur, dan melakukan tugas; memori kerja; dan mengelola emosi kita .
Walaupun metode yang digunakan dalam penelitian ini tidak dapat membedakan sebab dari akibat, namun mengkhawatirkan kemungkinan adanya semacam hubungan antara bekerja berjam-jam dan kesehatan otak .
"Meskipun konsekuensi perilaku dan psikologis dari kerja berlebihan telah terdokumentasikan dengan baik, hanya sedikit yang diketahui tentang dampak langsungnya pada struktur otak. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa stres kronis dan pemulihan yang tidak memadai dapat mengubah morfologi otak, tetapi bukti neuroimaging empiris masih terbatas," tulis para peneliti dalam makalah yang mereka terbitkan.
Lihat Juga :