Bekerja Secara Hybrid Jadi Tren, Dell Berikan 3 Tips untuk Perusahaan

Rabu, 17 November 2021 - 18:31 WIB
loading...
Bekerja Secara Hybrid...
8 dari 10 pegawai di Asia Pasifik dan Jepang telah menyatakan siap bekerja secara remote untuk jangka panjang. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Kondisi pandemi Covid-19 yang mulai membaik membuat perusahaan memberlakukan sistem kerja hybrid, yakni penggabungan antara bekerja di kantor dengan bekerja dari rumah atau lokasi lainnya.

Nah, yang jadi tantangan adalah kemampuan perusahaan untuk menyeimbangkan kebutuhan karyawan mulai dari alur kerja, komunikasi, alat, hingga software yang mampu memenuhi dan mengoptimalkan pekerjaan mereka.

BACA JUGA: 4 Alasan Xiaomi 11T Pro Cocok untuk Membuat Video YouTube

Laporan Memimpin Tenaga Kerja Hybrid Masa Depan (Leading the Next Hybrid Workforce) yang dirilis Dell Technologies berupaya menelaah peran organisasi/perusahaan dalam merancang masa depan cara bekerja hybrid.

Senior vice president dan general manager, Client Solutions Group, Asia Pasifik, Jepang dan China, Dell Technologies Jean-Guillaume Pons mengatakan, 8 dari 10 pegawai di Asia Pasifik dan Jepang telah menyatakan mereka siap bekerja secara remote untuk jangka panjang.

”Kita sedang bergerak menuju masa depan cara bekerja yang baru,” beber Jean. Karena itu, Dell Technologies memaparkan tiga faktor penting yang harus menjadi prioritas perusahaan saat mereka membangun fondasi cara bekerja hybrid:

1. Memimpin dengan empati dan tujuan yang jelas
Bekerja Secara Hybrid Jadi Tren, Dell Berikan 3 Tips untuk Perusahaan

Pemimpin organisasi/perusahaan punya peran penting dalam membangun fondasi masa depan cara bekerja hybrid. Mereka harus dengan jelas dan transparan membuat perubahan-perubahan yang fundamental dan inovatif untuk membawa organisasi/perusahaannya terus maju.

”Mereka juga harus bisa berempati dan memahami berbagai tantangan yang dihadapi karyawan. Misalnya kurangnya komunikasi tatap muka atau hilangnya batasan antara kehidupan profesional dan pribadi,” ungkap Jean.

Selain itu, pemimpin organisasi/perusahaan juga harus lebih percaya kepada pegawainya dan tidak terjebak ke situasi “pengawasan yang berlebihan” (micromanagement).

2. Struktur kerja hybrid yang dirancang jelas
Organisasi tidak bisa melihat moda bekerja hybrid dari sisi operasional dan teknis. Sebab, tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua perusahaan. Maka, perusahaan harus memahami pilihan dan kebutuhan pegawai. Untuk bisa merancang tempat kerja hybrid yang kondusif, harus ada pola komunikasi lebih terbuka antara pegawai dan perusahaan.

Perlu keseimbangan antara moda kerja fleksibel dan reguler. ”Misalnya ada waktu khusus untuk rapat internal untuk menjaga budaya kerja dan tetap terjalinnya interaksi sosial,” beber Jean.

3. Membangun budaya kerja
Para ahli menyarankan lebih banyak upaya untuk membangun budaya kerja, pelatihan dan pengembangan diri untuk terus mendorong kreativitas, inovasi dan kolaborasi.

Mereka juga memperingatkan risiko perbedaan budaya kerja (split culture) antara pegawai yang bekerja dari rumah dan mereka yang bekerja di kantor. ”Ini bisa menimbulkan masalah dinamika kantor serta perbedaan persepsi di antara kedua kelompok tersebut,” katanya.

Karena itu, perusahaan harus mengubah alokasi anggaran yang sebelumnya digunakan untuk pengeluaran harian kantor menjadi aktivitas interaksi sosial khusus dan rutin antar pegawai. Misalnya makan siang bersama atau sesi pelatihan interaktif.

BACA JUGA: Ini Deretan Low MPV Dibawah Rp300 Juta di GIIAS 2021, Apa Saja?

”Strategi ini bisa membantu menciptakan lebih banyak kesempatan untuk proses pertukaran ide secara organik, serta kesempatan membangun kepercayaan dan mempererat hubungan kerja antar anggota tim,” beber laporan Dell.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dell PHK 6.650 Karyawan...
Dell PHK 6.650 Karyawan Karena Penjualan Komputer Anjlok
Panduan Kerja Hybrid...
Panduan Kerja Hybrid HP Pertama Penunjang Perangkat Teknologi Digital
Konsep Kerja WFA, Cara...
Konsep Kerja WFA, Cara Paling Ideal Menjaga Produktivitas Karyawan
Komponen Laptop Dell...
Komponen Laptop Dell Latitude 5000 Ini Terbuat dari Bahan Daur Ulang
Lark Satu Teknologi...
Lark Satu Teknologi Penggerak Bisnis Saat Perusahaan Terapkan Kerja Hybrid
Teknologi Berperan Memasuki...
Teknologi Berperan Memasuki Metode Kerja Hibrida di Tahun Baru
Jadi Pilihan Baru, Bengkel...
Jadi Pilihan Baru, Bengkel Mobil Hybrid Pertama Resmi Diperkenalkan
Pasar Mobil Hybrid Salah...
Pasar Mobil Hybrid Salah Satu Penyebab Penjualan Tesla Anjlok
7 Mobil Bermesin Hybrid...
7 Mobil Bermesin Hybrid yang Bisa Bikin Pusing Pemiliknya
Rekomendasi
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved