Teknologi Berperan Memasuki Metode Kerja Hibrida di Tahun Baru
loading...

ark, aplikasi kolaborasi generasi masa depan yang berkantor pusat di Singapura, mengungkap bahwa 94% responden menginginkan untuk terus bekerja secara fleksibel . foto/ IST
A
A
A
JAKARTA - Dampak pandemi Covid-19 terhadap bisnis di seluruh dunia tidak dapat dianggap remeh. Hanya dalam beberapa bulan, tempat dan budaya kerja di seluruh dunia telah berubah drastis.
Seketika, konsep seperti "kerja jarak jauh", "tim yang fleksibel", "kantor hibrida" telah menjadi bagian dari kosakata bisnis yang digunakan untuk menggambarkan para profesional dari Jakarta, Seminyak, Bandung atau Yogyakarta yang menikmati kebebasan bekerja dari rumah saat pemberlakuan kebijakan protokol kesehatan.
BACA JUGA - Ruang Kerja di Rumah Harus Nyaman dan Menarik
Sebuah survei yang dilakukan terhadap para profesional, manajer, dan karyawan di Singapura1) oleh Lark, aplikasi kolaborasi generasi masa depan yang berkantor pusat di Singapura, mengungkap bahwa 94% responden menginginkan untuk terus bekerja secara fleksibel -- dan keinginan ini datang dari Singapura, sebuah negara yang kondisi lalu lintasnya tidak serumit kemacetan di Jabodetabek, namun para pekerja profesional tetap mengalami kesulitan untuk menerapkan 'work-life balance'.
Salah satu pengadopsi awal teknologi digital di Indonesia, Wicaksono, yang lebih dikenal sebagai 'Ndoro Kakung' mengatakan sangat jelas jika teknologi memainkan peran penting dalam penerapan ekosistem kerja hibrida. Para pimpinan C-suite harus berpikir lebih dari sekedar pertimbangan teknis seperti bandwith atau penyimpanan cloud.
Seketika, konsep seperti "kerja jarak jauh", "tim yang fleksibel", "kantor hibrida" telah menjadi bagian dari kosakata bisnis yang digunakan untuk menggambarkan para profesional dari Jakarta, Seminyak, Bandung atau Yogyakarta yang menikmati kebebasan bekerja dari rumah saat pemberlakuan kebijakan protokol kesehatan.
BACA JUGA - Ruang Kerja di Rumah Harus Nyaman dan Menarik
Sebuah survei yang dilakukan terhadap para profesional, manajer, dan karyawan di Singapura1) oleh Lark, aplikasi kolaborasi generasi masa depan yang berkantor pusat di Singapura, mengungkap bahwa 94% responden menginginkan untuk terus bekerja secara fleksibel -- dan keinginan ini datang dari Singapura, sebuah negara yang kondisi lalu lintasnya tidak serumit kemacetan di Jabodetabek, namun para pekerja profesional tetap mengalami kesulitan untuk menerapkan 'work-life balance'.
Salah satu pengadopsi awal teknologi digital di Indonesia, Wicaksono, yang lebih dikenal sebagai 'Ndoro Kakung' mengatakan sangat jelas jika teknologi memainkan peran penting dalam penerapan ekosistem kerja hibrida. Para pimpinan C-suite harus berpikir lebih dari sekedar pertimbangan teknis seperti bandwith atau penyimpanan cloud.
Lihat Juga :