Kontroversi Tombol Benci YouTube di Mata Para Konten Kreator

Sabtu, 13 November 2021 - 05:53 WIB
loading...
Kontroversi Tombol Benci...
YouTube berusaha melindungi kekecewaan dan stress para konten kreator dengan menghilangkan tombol dislike. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Pengguna atau konten kreator YouTube tidak akan lagi bisa melihat berapa jumlah orang yang tidak menyukai atau "dislike" di hasil video yang mereka buat. Hal itu dilakukan untuk melindungi mereka dari kekecewaan dan stress karena terus-terusan tidak disukai.

Apalagi jika ketidaksukaan itu dilakukan secara terkordinasi. Dikutip BBC, ketidaksukaan yang terkordinasi atau dislike bombing kerap terjadi di YouTube agar jumlah pengikut konten kreator di platform sosial media itu berkurang.

Beberapa konten kreator menyambut baik keputusan itu. Sebaliknya sebagian dari mereka malah menentang. Menurut mereka keputusan itu sama sekali tidak membantu. Uniknya keputusan YouTube menghilangkan tombol "dislike" , yang diunggah di YouTube, justru mendapatkan tombol benci yang sangat besar yakni mencapai 53.000.

Keputusan YouTube itu diyakini merupakan cara untuk melindungi para konten kreator yang baru memulai kreasi mereka. Banyak para konten kreator pemula justru dirundung dengan dislike bombing tanpa alasan yang jelas. Padahal kreasi mereka justru baru mulai berkembang.

Baca juga : Ini Detail Lengkap Motor Custom Presiden Jokowi saat Coba Sirkuit Mandalika
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fitur Pengatur Waktu...
Fitur Pengatur Waktu Baru YouTube Bantu Mengurangi Kecanduan Shorts
Peringatan Keras Komdigi:...
Peringatan Keras Komdigi: Meta Menyerah pada PP TUNAS, Komdigi Siapkan Algojo untuk Google
Piala Dunia 2026 Akan...
Piala Dunia 2026 Akan Disiarkan secara Gratis di YouTube
Iran Siap Serang Google,...
Iran Siap Serang Google, YouTube, dan Microsoft
YouTube Kehilangan Sumber...
YouTube Kehilangan Sumber Penghidupannya karena Iklan 5 Detik
Mengenal Golrox, Platform...
Mengenal Golrox, Platform untuk Top Up Robux yang Diklaim Lebih Murah dan Aman
Dilaporkan ke Bareskrim...
Dilaporkan ke Bareskrim terkait Dugaan Ujaran Kebencian, Respons Abu Janda Mengejutkan
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Lahir di Angkot Sampai...
Lahir di Angkot Sampai Jadi Musisi Viral? Hidup Fani Rahmansyah Plot Twist Banget!
Rekomendasi
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved