Pandemi Bikin Restoran Rugi, tapi Pembuat Software untuk Resto ESB Malah Disuntik Rp110 M
Selasa, 12 Oktober 2021 - 23:33 WIB
loading...
A
A
A
Usianya cukup muda. Didirikan pada 2014 oleh Gunawan Woen, Eka Prasetya, Setiadi Prawiryo Moeljadi, dan Dwi Prawira. Para foundernya memang sudah memiliki pengalaman selama puluhan tahun dalam sistem operasi dan rantai pasokan bisnis F&B. Bedanya, mereka menawarkan solusi yang di klaim unik karena berbasis teknologi dan cloud. ”ESB lahir karena para pendirinya kesulitan dalam menjalankan bisnis F&B, terutama dalam menggunakan banyak software dalam operasional bisnis mereka,” ujar Gunawan Woen, Co-Founder dan CEO ESB.
Karena itu, ESB memulai usaha dengan menciptakan solusi cloud Perencanaan Sumberdaya Perusahaan (ERP) yang dapat disesuaikan untuk mengganti sistem hardware-based tradisional dan kurang terjangkau. ESB lantas memperluas produk dengan sistem operasional restoran all-in-one yang mencakup sistem Point-of-Sale (POS) dan teknologi Mobile Ordering (ESB Order).
Dengan pendekatan all-in-one, proses operasional lebih pendek, sehingga cocok digunakan oleh pebisnis F&B yang memiliki banyak cabang dan yang berhubungan langsung dengan konsumen.
ESB justru tumbuh sebesar 3 kali lipat dari tahun sebelumnya selama pandemi berlangsung karena permintaan pemesanan dengan sistem touchless yang disediakan oleh ESB melalui layanan ESB Order.
Saat ini, ESB telah memproses Nilai Transaksi Bruto dengan total lebih dari USD500 juta dan diperkirakan akan tumbuh 10 kali dalam dua tahun ke depan. Mereka bahkan bercita-cita mengikuti kesuksesan Toast di Amerika Serikat yang baru-baru ini sukses dalam Initial Public Offering (IPO).
Karena itu, ESB memulai usaha dengan menciptakan solusi cloud Perencanaan Sumberdaya Perusahaan (ERP) yang dapat disesuaikan untuk mengganti sistem hardware-based tradisional dan kurang terjangkau. ESB lantas memperluas produk dengan sistem operasional restoran all-in-one yang mencakup sistem Point-of-Sale (POS) dan teknologi Mobile Ordering (ESB Order).
Dengan pendekatan all-in-one, proses operasional lebih pendek, sehingga cocok digunakan oleh pebisnis F&B yang memiliki banyak cabang dan yang berhubungan langsung dengan konsumen.
ESB justru tumbuh sebesar 3 kali lipat dari tahun sebelumnya selama pandemi berlangsung karena permintaan pemesanan dengan sistem touchless yang disediakan oleh ESB melalui layanan ESB Order.
Saat ini, ESB telah memproses Nilai Transaksi Bruto dengan total lebih dari USD500 juta dan diperkirakan akan tumbuh 10 kali dalam dua tahun ke depan. Mereka bahkan bercita-cita mengikuti kesuksesan Toast di Amerika Serikat yang baru-baru ini sukses dalam Initial Public Offering (IPO).
Lihat Juga :