Percepatan Transformasi Digital Lewat Perbanyak Data Scientist

Jum'at, 24 September 2021 - 21:41 WIB
loading...
Percepatan Transformasi Digital Lewat Perbanyak Data Scientist
Ilustrasi platform digital untuk perbanyak data scientist. FOTO Ilustrasi/ IST
A A A
JAKARTA - Transformasi digital di Indonesia bertumbuh pesat sejak pandemi COVID-19 melanda. Hal ini didorong oleh perubahan aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan secara daring.

Namun bukan hanya itu saja, pemerintah saat ini juga tengah melakukan akselerasi transformasi digital dengan menyiapkan roadmap digital 2021-2024, yang fokus pada 4 sektor yakni infrastruktur, pemerintahan, ekonomi dan juga masyarakat digital. BACA JUGA - Aplikasi Kasir Online KAWN POS Siap Dampingi Bisnis F&B dengan Pendekatan Big Data

"Kami melakukan ekspansi transformasi digital bagi jutaan UMKM di Indonesia. Transformasi digital akan membuka jalan bagi UMKM untuk memasuki pasar digital dan menjadi bagian dari rantai pasokan nasional dan global," kata Presiden Jokowi, dalam acara pembukaan Microsoft Developer Conference 2021 yang bertajuk "Accelerating Indonesia's Digital Economy", Kamis (25/2).

Transformasi digital harus dibarengi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan memadai, khususnya di bidang Data Scientist. Sebagai upaya membantu langkah pemerintah tersebut, Hacktiv8 membentuk program beasiswa bertajuk “Indonesia Urgently Need Data Scientist” yang diumumkan pada Senin, 27 September 2021.

"Mengikuti instruksi dan semangat digital transformation dari pak Presiden Joko Widodo, kami tergerak untuk membuat program beasiswa demi menumbuhkan lebih banyak data scientist bagi Indonesia," ujar Juventia Vicky, President of Hacktiv8 Indonesia.

Sebagai informasi, Hacktiv8 adalah perusahaan edukasi dan pelatihan yang berfokus mencetak talenta digital ahli dan kompeten. Selain itu, Hacktiv8 juga bekerjasama dengan sejumlah startup bergengsi seperti Investree, Loket, Sirclo, Xendit, sehingga mampu membantu para lulusannya mendapat pekerjaan setelah lulus.

Di era digital ini, perusahaan-perusahaan digital membutuhkan posisi ini dalam pengelolaan data untuk mendorong efisiensi bisnis. Menurut laporan Forbes yang dikeluarkan pada 2020 lalu, memperkirakan profesi Data Scientist dan Data Analytics akan meningkat dari 364 ribu lowongan menjadi lebih dari 2,7 juta.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2238 seconds (11.252#12.26)