GoFood Langsung Lakukan Investigasi Terkait Tuduhan Penjualan Daging Anjing
Senin, 06 September 2021 - 11:36 WIB
loading...
GoFood mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah adanya merchant yang memperdagangkan daging anjing di platform mereka. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - GoFood mengaku cepat lakukan investigasi terhadap tuduhan yang dilakukan oleh organisasi pelindung binatang Animal Defenders Indonesia (ADI) bahwa platform mereka masih memfasilitasi penjualan daging anjing.
VP Corporate Affairs Food & Groceries Gojek Rosel Lavina mengatakan, pihaknya sedang melakukan investigasi terhadap penjual yang masih melakukan penjualan daging anjing. ”Karena dari pihak GoFood sendiri melarang hal tersebut (memperdagangkan daging anjing). Artinya, ada peraturan yang telah dilanggar. Tim internal GoFood saat ini sedang melakukan investigasi,” ujar Rosel kepada Sindonews.
BACA JUGA: Komparasi POCO X3 GT vs Samsung Galaxy A72 vs OPPO Reno6 vs Vivo V21 5G
Rosel sendiri mengaku mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh organisasi seperti Animal Defenders Indonesia (ADI). ”Bahkan, sejak tahun lalu kami sebenarnya sudah berkoordinasi dengan mereka terkait hal ini,” tambahnya.
Rosel mengklaim, selain melarang jual beli daging anjing di platform mereka, pihak GoFood sebenarnya sudah melakukan sejumlah langkah preventif. Antara lain memperkaya keyword untuk mempermudah melacak merchant “nakal”, bahkan melakukan manual sweeping. Artinya, tim GoFood sendiri yang memeriksa jika ada pelanggaran.
”Karena itu, saat ini tim kami sedang melakukan investigasi dan GoFood akan segera merilis pernyataan setelah ada hasilnya,” ungkap Rosel.
Seperti diketahui, ADI mengaku melakukan somasi terhadap sejumlah penyedia layanan antar makanan. Dan tidak hanya GoFood, tapi juga Grab Food, Traveloka Eats, serta Shopee Food. ADI menyebut keempat perusahaan tersebut masih memfasilitasi jual beli daging anjing.
VP Corporate Affairs Food & Groceries Gojek Rosel Lavina mengatakan, pihaknya sedang melakukan investigasi terhadap penjual yang masih melakukan penjualan daging anjing. ”Karena dari pihak GoFood sendiri melarang hal tersebut (memperdagangkan daging anjing). Artinya, ada peraturan yang telah dilanggar. Tim internal GoFood saat ini sedang melakukan investigasi,” ujar Rosel kepada Sindonews.
BACA JUGA: Komparasi POCO X3 GT vs Samsung Galaxy A72 vs OPPO Reno6 vs Vivo V21 5G
Rosel sendiri mengaku mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh organisasi seperti Animal Defenders Indonesia (ADI). ”Bahkan, sejak tahun lalu kami sebenarnya sudah berkoordinasi dengan mereka terkait hal ini,” tambahnya.
Rosel mengklaim, selain melarang jual beli daging anjing di platform mereka, pihak GoFood sebenarnya sudah melakukan sejumlah langkah preventif. Antara lain memperkaya keyword untuk mempermudah melacak merchant “nakal”, bahkan melakukan manual sweeping. Artinya, tim GoFood sendiri yang memeriksa jika ada pelanggaran.
”Karena itu, saat ini tim kami sedang melakukan investigasi dan GoFood akan segera merilis pernyataan setelah ada hasilnya,” ungkap Rosel.
Seperti diketahui, ADI mengaku melakukan somasi terhadap sejumlah penyedia layanan antar makanan. Dan tidak hanya GoFood, tapi juga Grab Food, Traveloka Eats, serta Shopee Food. ADI menyebut keempat perusahaan tersebut masih memfasilitasi jual beli daging anjing.
Lihat Juga :