Grok Kecerdasan Buatan Elon Musk Bermasalah dengan Pemerintah AS
Minggu, 30 Maret 2025 - 22:28 WIB
loading...
Grok Kecerdasan Buatan Elon Musk. FOTO/ CNET
A
A
A
JAKARTA - Chatbot AI milik Elon Musk , Grok, mendapat masalah dengan pemerintah internasional karena terus menggunakan kata-kata makian.
BACA JUGA - Kecerdasan Buatan Google Mulai Bisa Digunakan
Grok adalah chatbot kecerdasan buatan generatif yang dikembangkan oleh perusahaan xAI milik pengusaha teknologi Musk.
Bot tersebut digunakan di X/Twitter di mana para pengguna dapat mengajukan pertanyaan kepadanya dan pernah memberikan jawaban jujur tentang pembuatnya, dengan mengatakan bahwa Musk telah “menyebarkan informasi ke miliaran orang” .
Kini, bot tersebut telah membawa Musk dalam masalah serius dengan pemerintah India setelah bot tersebut menanggapi pengguna dengan bahasa gaul dan kata-kata makian dalam bahasa Hindi.
Menurut laporan, Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi (MeitY) di India berencana untuk menyelidiki Grok atas penggunaan bahasa kasar.
"Kami sedang berkomunikasi, kami sedang berbicara dengan mereka (X/Twitter) untuk mencari tahu mengapa hal itu terjadi dan apa saja masalahnya. Mereka sedang bekerja sama dengan kami," kantor berita PTI mengutip sumber kementerian.
BACA JUGA - Kecerdasan Buatan Google Mulai Bisa Digunakan
Grok adalah chatbot kecerdasan buatan generatif yang dikembangkan oleh perusahaan xAI milik pengusaha teknologi Musk.
Bot tersebut digunakan di X/Twitter di mana para pengguna dapat mengajukan pertanyaan kepadanya dan pernah memberikan jawaban jujur tentang pembuatnya, dengan mengatakan bahwa Musk telah “menyebarkan informasi ke miliaran orang” .
Kini, bot tersebut telah membawa Musk dalam masalah serius dengan pemerintah India setelah bot tersebut menanggapi pengguna dengan bahasa gaul dan kata-kata makian dalam bahasa Hindi.
Menurut laporan, Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi (MeitY) di India berencana untuk menyelidiki Grok atas penggunaan bahasa kasar.
"Kami sedang berkomunikasi, kami sedang berbicara dengan mereka (X/Twitter) untuk mencari tahu mengapa hal itu terjadi dan apa saja masalahnya. Mereka sedang bekerja sama dengan kami," kantor berita PTI mengutip sumber kementerian.
Lihat Juga :