Bersepeda Sehatkan Jantung, tapi Kok Banyak yang Meninggal Karena Serangan Jantung?
Senin, 07 Juni 2021 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
”Tips lain, agar denyut jantung tidak melampaui batas maksimal, pesepeda harus meningkatkan intensitas secara bertahap, berlaku saat pemanasan dan pendinginan,” tulis booklet mereka.
BACA JUGA: Windows Generasi Baru Rilis Oktober, Ini Bocoran Fitur-Fitur Barunya...
Yayasan Jantung Indonesia juga menyebut bahwa pesepeda jangan pernah mengabaikan tanda-tanda seperti nyeri pada dada, pandangan kabur atau tidak jelas, nafas menjadi brat, detak jantung tidak teratur, kehilangan keseimbangan, serta timbul keringan dingin.
”Silahkan konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah jika memiliki risiko penyakit jantung,” bebernya.
BACA JUGA: Windows Generasi Baru Rilis Oktober, Ini Bocoran Fitur-Fitur Barunya...
Yayasan Jantung Indonesia juga menyebut bahwa pesepeda jangan pernah mengabaikan tanda-tanda seperti nyeri pada dada, pandangan kabur atau tidak jelas, nafas menjadi brat, detak jantung tidak teratur, kehilangan keseimbangan, serta timbul keringan dingin.
”Silahkan konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah jika memiliki risiko penyakit jantung,” bebernya.
(dan)
Lihat Juga :