Bersepeda Sehatkan Jantung, tapi Kok Banyak yang Meninggal Karena Serangan Jantung?
Senin, 07 Juni 2021 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
Lalu, bagaimana cara bersepeda yang menyehatkan jantung dan bukan menaikkan risiko serangan jantuh?
Yayasan Jantung Indonesia menyebut bahwa pesepeda sebaiknya menjalani kegiatan bersepeda secara bertahap mempertimbangkan FITT (frequency, intensity, time, dan type). Selainn itu, pesepeda harus memperhatikan detak jantungnya. Bagaimana mengukurnya?
Cara mengkur detak jantung maksimal adalah 220 dikurangi dengan usia (umur saat ini). Misalnya usia 38 tahun, maka detak jantung maksimalnya adalah 220 – 38 = 182 bpm.
Lalu, perhatikan juga intensitas latihan seperti ini:
-Intensitas latihan sedang: 50 – 70 persen dari denyut jantung maksimal.
-Intensitas latihan kuat: 70 – 85 persen denyut jantung maksimal.
Yayasan Jantung Indonesia menyebut bahwa pesepeda sebaiknya menjalani kegiatan bersepeda secara bertahap mempertimbangkan FITT (frequency, intensity, time, dan type). Selainn itu, pesepeda harus memperhatikan detak jantungnya. Bagaimana mengukurnya?
Cara mengkur detak jantung maksimal adalah 220 dikurangi dengan usia (umur saat ini). Misalnya usia 38 tahun, maka detak jantung maksimalnya adalah 220 – 38 = 182 bpm.
Lalu, perhatikan juga intensitas latihan seperti ini:
-Intensitas latihan sedang: 50 – 70 persen dari denyut jantung maksimal.
-Intensitas latihan kuat: 70 – 85 persen denyut jantung maksimal.
Lihat Juga :