EduTech Cakap Mungkinkan Pemerataan Akses Pendidikan Berkualitas di Tanah Air
Kamis, 06 Mei 2021 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
“Bagi kami, tahun 2020 menjadi tahun pembelajaran dan transisi, sekaligus momentum di mana Cakap turut mengambil bagian dalam mendukung upaya Pemerintah untuk terus memberikan pendidikan yang efektif kepada siswa, sekalipun tidak ada tatap muka,” ujarnya.
Fakta menyebutkan 94% pelajar kehilangan akses akan pendidikan di sekolah akibat pandemi. Kemudian ini membawa sistem pembelajaran EduTech menjadi solusi alternatif yang paling logis untuk dapat diadaptasi oleh institusi pendidikan.
Tak hanya akibat pandemi, namun dengan populasi penduduk Indonesia yang tersebar di sekitar 17.400 pulau, keseimbangan dan pemerataan akses pendidikan selama ini menjadi tantangan. Kesiapan fasilitas Cakap sebagai salah satu penyedia layanan EduTech, membawa aplikasi menjadi jembatan yang menghubungkan para pelajar dan para guru dari 95 kota lebih, di 34 provinsi.
Dalam laporan diuraikan bahwa selama 2020, Cakap turut memberdayakan lebih dari 600 guru profesional dari seluruh pelosok Indonesia. Ini agar para guru tersebut mampu mendapatkan penghasilan yang stabil, sekaligus merasa nyaman mengajar karena dapat mengajar dari mana saja.
Baca juga : Lupakan Orang Tua Mapan, Mercedes-AMG Bidik Anak Muda dan Perempuan
Fakta menyebutkan 94% pelajar kehilangan akses akan pendidikan di sekolah akibat pandemi. Kemudian ini membawa sistem pembelajaran EduTech menjadi solusi alternatif yang paling logis untuk dapat diadaptasi oleh institusi pendidikan.
Tak hanya akibat pandemi, namun dengan populasi penduduk Indonesia yang tersebar di sekitar 17.400 pulau, keseimbangan dan pemerataan akses pendidikan selama ini menjadi tantangan. Kesiapan fasilitas Cakap sebagai salah satu penyedia layanan EduTech, membawa aplikasi menjadi jembatan yang menghubungkan para pelajar dan para guru dari 95 kota lebih, di 34 provinsi.
Dalam laporan diuraikan bahwa selama 2020, Cakap turut memberdayakan lebih dari 600 guru profesional dari seluruh pelosok Indonesia. Ini agar para guru tersebut mampu mendapatkan penghasilan yang stabil, sekaligus merasa nyaman mengajar karena dapat mengajar dari mana saja.
Baca juga : Lupakan Orang Tua Mapan, Mercedes-AMG Bidik Anak Muda dan Perempuan
Lihat Juga :