Solusi Digital untuk Mengatasi Quiet Quitting dan Performa Kerja
Rabu, 02 November 2022 - 12:32 WIB
loading...
Mekari Talenta memiliki fitur-fitur yang dirancang untuk membantu perusahaan meningkatkan akuisisi, retensi, dan produktivitas karyawan. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Quiet quitting ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Quiet quitting adalah konsep dimana karyawan memilih bekerja cukup sesuai cakupan tanggung jawab dan tingkatan gaji.
Quiet quitting berakar dari kekecewaan karyawan akan minimnya penghargaan perusahaan atas usaha yang mereka telah berikan, terutama di saat pandemi dimana efisiensi pegawai berimbas pada menumpuknya volume kerja di karyawan yang tersisa.
BACA JUGA - Literasi Digital Nasional untuk Indonesia yang Cakap Digital
Selain itu, quiet quitting timbul di tengah semakin sadarnya karyawan akan pentingnya menghindari burnout dengan bekerja seimbang.
“Fenomena quiet quitting menangkap perhatian berbagai perusahaan, yang mencoba menelaah imbas fenomena tersebut pada produktivitas bisnis. Sebetulnya, dengan cara pandang dan pendekatan yang tepat, quiet quitting bisa menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk mengulas kembali sistem dan kebijakan kepegawaian untuk melihat bagaimana perusahaan bisa memperkuat kepuasan kerja karyawan,” kata Arvy Egadipoera, Chief Customer Officer (CCO) Mekari dalam keterangan persnya di Jakarta (2/11/2022).
Quiet quitting berakar dari kekecewaan karyawan akan minimnya penghargaan perusahaan atas usaha yang mereka telah berikan, terutama di saat pandemi dimana efisiensi pegawai berimbas pada menumpuknya volume kerja di karyawan yang tersisa.
BACA JUGA - Literasi Digital Nasional untuk Indonesia yang Cakap Digital
Selain itu, quiet quitting timbul di tengah semakin sadarnya karyawan akan pentingnya menghindari burnout dengan bekerja seimbang.
“Fenomena quiet quitting menangkap perhatian berbagai perusahaan, yang mencoba menelaah imbas fenomena tersebut pada produktivitas bisnis. Sebetulnya, dengan cara pandang dan pendekatan yang tepat, quiet quitting bisa menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk mengulas kembali sistem dan kebijakan kepegawaian untuk melihat bagaimana perusahaan bisa memperkuat kepuasan kerja karyawan,” kata Arvy Egadipoera, Chief Customer Officer (CCO) Mekari dalam keterangan persnya di Jakarta (2/11/2022).
Lihat Juga :