Bumi Hampir Kehilangan Semua Oksigennya 2,3 Miliar Tahun lalu

Jum'at, 09 April 2021 - 09:00 WIB
loading...
Bumi Hampir Kehilangan...
Gletser di Antartika modern. Oksigenasi awal Bumi mungkin telah memicu zaman es yang menutupi permukaan Bumi dengan gletser seperti ini. Foto/ NASA/Michael Studinger
A A A
JAKARTA - Transisi Bumi untuk secara permanen menampung atmosfer beroksigen adalah proses penghentian yang memakan waktu 100 juta tahun lebih lama dari yang diyakini sebelumnya, menurut sebuah studi baru.

Ketika Bumi pertama kali terbentuk 4,5 miliar tahun lalu, atmosfer hampir tidak mengandung oksigen. Tetapi 2,43 miliar tahun lalu, sesuatu terjadi. Yakni, kadar oksigen mulai naik, kemudian turun, disertai perubahan besar pada iklim, termasuk beberapa glasiasi yang mungkin telah menutupi seluruh dunia dalam es.

Tanda kimiawi yang terkunci di bebatuan yang terbentuk selama era ini menunjukkan bahwa pada 2,32 miliar tahun yang lalu, oksigen adalah fitur permanen atmosfer planet.

Baca juga : Toyota Harrier Terbaru Sapa ASEAN, Apa Bedanya dengan Versi Jepang?

Tetapi sebuah studi baru yang menyelidiki periode setelah 2,32 miliar tahun lalu menemukan tingkat oksigen masih terus berputar hingga 2,22 miliar tahun lalu, ketika planet ini akhirnya mencapai titik kritis permanen. Penelitian baru ini, yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada 29 Maret, memperpanjang durasi apa yang oleh para ilmuwan disebut Peristiwa Oksidasi Besar hingga 100 juta tahun. Ini juga dapat mengonfirmasi hubungan antara oksigenasi dan perubahan iklim yang masif.

"Kami baru sekarang mulai melihat kompleksitas peristiwa ini," kata rekan penulis studi, Andrey Bekker, ahli geologi di University of California, Riverside, seperti dikutip Live Science.

Membentuk Oksigen

Oksigen yang tercipta dalam Peristiwa Oksidasi Hebat dibuat oleh cyanobacteria laut, sejenis bakteri yang menghasilkan energi melalui fotosintesis. Produk sampingan utama fotosintesis adalah oksigen, dan cyanobacteria awal akhirnya menghasilkan oksigen yang cukup untuk membentuk kembali muka planet ini selamanya.

Tanda perubahan ini terlihat pada batuan sedimen laut. Dalam atmosfer bebas oksigen, batuan ini mengandung beberapa jenis isotop belerang. (Isotop adalah unsur dengan jumlah neutron yang berbeda-beda di dalam nukleusnya.) Ketika oksigen melonjak, isotop belerang ini menghilang karena reaksi kimia yang membuatnya tidak terjadi dengan adanya oksigen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
WMO: Kawasan Arab Menghangat...
WMO: Kawasan Arab Menghangat Dua Kali Lebih Cepat dari Rata-Rata Global
Temuan OECD: Sampah...
Temuan OECD: Sampah Plastik Asia Meningkat 70% pada Tahun 2050
NASA Sebut Oksigen di...
NASA Sebut Oksigen di Bumi Akan Habis Lebih Cepat dari yang Diperkirakan
Oksigen di Bumi Menurun...
Oksigen di Bumi Menurun Ekstrem, Ilmuwan: Isi Dunia Bakal seperti Ini
PBB Umumkan Banyak Daratan...
PBB Umumkan Banyak Daratan yang Akan Hilang pada 2029
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rekomendasi
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Imigrasi Pastikan Pencekalan Febrie Adriansyah Tetap Berlaku
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Berita Terkini
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Bisa 15 Kali Hybrid...
Bisa 15 Kali Hybrid Zoom, Logitech Kenalkan Rally AI Camera
Infografis
Kepler-186F, Planet...
Kepler-186F, Planet Kembaran Bumi Berjarak 490 Tahun Cahaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved