Oksigen di Galaksi Terjauh Ungkap Rahasia Awal Mula Kehidupan di Bumi
Selasa, 25 Maret 2025 - 10:18 WIB
loading...
Oksigen di Galaksi Terjauh . FOTO/ DOK SindoNews
A
A
A
NEW YORK - Para ilmuwan telah menemukan oksigen di galaksi terjauh yang diketahui hingga saat ini, menunjukkan bahwa galaksi dapat terbentuk jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.
BACA JUGA - Stasiun Luar Angkasa Internasional Rusak Terkena Puing Luar Angkasa
Galaksi yang dikenal sebagai JADES-GS-z14-0 berjarak 13,4 miliar tahun cahaya dari kita dan ditemukan tahun lalu menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA . Ini adalah planet terjauh yang kita ketahui.
Penemuan oksigen di galaksi yang jauh merupakan kejutan bagi para ilmuwan. Penemuan ini dilakukan dalam dua penelitian terpisah yang dilakukan oleh dua tim astronom yang berbeda. Mereka juga mampu meningkatkan pengukuran jarak ke galaksi.
Para astronom menggunakan Atacama Large Millimeter/sub-millimeter Array, jaringan puluhan teleskop radio yang terletak di gurun Chili, yang merupakan proyek astronomi terbesar yang pernah dilakukan.
Gambar-gambar tersebut menunjukkan galaksi tersebut sebagaimana keadaannya saat alam semesta berusia kurang dari 300 juta tahun, sekitar 2 persen dari usianya saat ini.
BACA JUGA - Stasiun Luar Angkasa Internasional Rusak Terkena Puing Luar Angkasa
Galaksi yang dikenal sebagai JADES-GS-z14-0 berjarak 13,4 miliar tahun cahaya dari kita dan ditemukan tahun lalu menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA . Ini adalah planet terjauh yang kita ketahui.
Penemuan oksigen di galaksi yang jauh merupakan kejutan bagi para ilmuwan. Penemuan ini dilakukan dalam dua penelitian terpisah yang dilakukan oleh dua tim astronom yang berbeda. Mereka juga mampu meningkatkan pengukuran jarak ke galaksi.
Para astronom menggunakan Atacama Large Millimeter/sub-millimeter Array, jaringan puluhan teleskop radio yang terletak di gurun Chili, yang merupakan proyek astronomi terbesar yang pernah dilakukan.
Gambar-gambar tersebut menunjukkan galaksi tersebut sebagaimana keadaannya saat alam semesta berusia kurang dari 300 juta tahun, sekitar 2 persen dari usianya saat ini.
Lihat Juga :