Masuki Usia 5 Tahun, JD.ID Beberkan Strategi Manjakan Konsumen di 2021

Kamis, 25 Maret 2021 - 22:15 WIB
loading...
Masuki Usia 5 Tahun, JD.ID Beberkan Strategi Manjakan Konsumen di 2021
Sandy Permadi, Chief Financial Officer JD.ID di acara media briefing virtual bertema Continue to Make Joy Happen", Kamis (25/3/2021). Foto/Ist
JAKARTA - JD.ID beroperasi sejak 2016 dan sekarang menjelma menjadi platform belanja populer di masyarakat Indonesia. Jelang ulang tahun ke-5, JD.ID menyampaikan pandangannya terkait perkembangan industri e-commerce di 2021.

Mereka juga mengungkap strategi JD.ID menghadapi transformasi digital. Saat ini, efek pandemik telah mempercepat transformasi sektor ritel.

Ke depannya, e-commerce akan memiliki potensi pertumbuhan yang besar sebagai platform transaksi daring, mengingat masyarakat masih memilih untuk berbelanja secara online daripada offline. Dengan misi “Make Joy Happen’, JD.ID merupakan platform e-commerce yang menyediakan produk-produk otentik dengan harga bersaing.

Melalui slogan #DijaminOri, JD.ID bermaksud untuk membangun kepercayaan atas jaminan keaslian produk bagi para pelanggan di seluruh tanah air. Platform menghargai dan selalu mengedepankan kepuasan para pelanggan.

“Kami melihat transisi aktivitas sehari-hari menjadi lebih digital, terutama dengan kebijakan #dirumahaja. Pandemi telah menyebabkan perubahan perilaku dan kebiasaan baru di masyarakat serta memberikan pelajaran berharga bagi perusahaan, termasuk JD.ID. Mengakui bahwa digitalisasi terus berkembang dalam perilaku sehari-hari, kami terus berupaya untuk melakukan strategi dan inovasi dalam menghadapi tantangan yang akan terjadi di masa mendatang," kata Sandy Permadi, Chief Financial Officer JD.ID. di acara media briefing virtual bertema “Continue to Make Joy Happen”, Kamis (25/3/2021).



Di sisi lain, dia mengatakan, perusahaan juga secara berkelanjutan menyelenggarakan rangkaian kegiatan CSR kepada masyarakat, serta aktif berpartisipasi dalam gerakan pemerintah untuk membantu pertumbuhan UMKM di Indonesia. "Saya yakin hal ini dapat dijadikan sebagai momentum bagi brand lokal untuk ikut serta menawarkan produk mereka, dengan kualitas terbaiknya,” ujar Sandy Permadi.

Menyoroti kampanye #AdvancingIndonesia, untuk mengembangkan banyak terobosan digital, JD.ID terus mencari peluang untuk meningkatkan potensi sektor ekonomi di Tanah Air. JD.ID mencoba untuk mendorong pasar regional untuk menyediakan lebih banyak akses ke pengguna; membangun lebih banyak kehadiran gerai offline agar lebih dekat dengan para pelanggan, serta menciptakan kenyamanan dan “ketenangan pikiran” bagi para pelanggan saat berbelanja.

Tertekan oleh penyusutan ekonomi sejak tahun lalu, mendorong pasar lokal untuk tumbuh dengan sendirinya, membeli barang dan kebutuhan dari masyarakat, secara lokal. Melihat prospek ini, perusahaan berupaya mempertahankan UMKM lokal untuk mengembangkan kemampuan pemasaran mereka dengan menjual produk mereka di platform JD.ID, tentunya setelah melewati proses kurasi yang cermat.

Memeringati hari ulang tahun ke-5, JD.ID mengajak seluruh pelanggannya untuk bersama-sama menikmati berbagai promosi menarik, seperti Pasti Diskon 50%, Flash Sale Rp5, Top Brand & Seller Setiap Hari, Cashback 5x, Gratis Ongkir dan Voucher Miliaran Rupiah.

Leo Haryono, Chief Marketing Officer JD.ID yang baru bergabung dengan JD.ID pada Februari lalu, mengutarakan, manajemen menyadari pandemik masih menjadi headline tahun ini. Karena itu mereka berusaha untuk memaksimalkan pengalaman berbelanja para pelanggan, sehingga dapat berbelanja dari rumah dengan nyaman dan bebas repot.



Berkaca pada 2020, dimana JD.ID berhasil meraih prestasi positif dan mengalami banyak peningkatan yang sangat signifikan dari berbagai aspek penjualan –terutama pada saat program kampanye 10.10, 11.11, dan 12.12, maka tahun ini mereka terus mengembangkan kapabilitasnya dan berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik, terpercaya, dan andal bagi seluruh pelanggan, agar aktivitas belanja menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman.

Industri e-commerce berkembang sangat pesat, termasuk di Indonesia, hal ini disebabkan banyaknya pilihan marketplace sejenis, peningkatan kesadaran akan e-commerce, tumbuhnya literasi digital di tengah masyarakat Indonesia, serta adanya dukungan pemerintah terhadap UMKM agar berbisnis secara digital dengan modal yang rendah.

Dengan pesatnya pertumbuhan ini, tiap bisnis dan brand berlomba-lomba untuk meningkatkan online presence dan mendorong penjualan mereka dengan masuk ke berbagai platform penjualan online. Untuk bisa bersaing dengan brand-brand lainnya, pebisnis harus bisa memahami tren dan perilaku pasar agar dapat membantu dalam pengelolaan bisnis, mengembangkan produk, serta memaksimalkan penjualan mereka.

“Namun, hal ini harus diimbangi dengan kepercayaan dan kenyamanan dalam pengalaman berbelanja yang diberikan oleh e-commerce kepada para pelanggan dan juga mitra penjual (seller),” ujar Danang Arradian, Ketua Forum Wartawan Teknologi. Baca juga: Ternyata Tak Hadir di Hambalang, Ini Daftar Nyanyian Sumbang Nazaruddin soal Ibas
(iqb)
preload video
Komentar Anda