Kasus COVID-19 Global Turun, Benarkah Wabah Sudah Mencapai Puncaknya?
Kamis, 18 Maret 2021 - 23:08 WIB
loading...
A
A
A
Penurunan tersebut, duga Laxminarayan, sebagian disebabkan oleh banyaknya orang yang telah tertular. Dengan lebih sedikit inang yang menginfeksi, penyebaran virus telah melambat, katanya. Ini terjadi di lingkungan perkotaan yang padat, seperti Kota New York, dan negara-negara yang terkena dampak buruk, termasuk India dan Meksiko. Tempat-tempat ini telah mengalami sebagian besar epidemi.
Negara-negara lain, Laxminarayan menambahkan, di mana proporsi penduduk yang lebih besar masih rentan terhadap penyakit -misalnya, China, Singapura dan Korea Selatan- lebih berhasil dengan penguncian dan tindakan kesehatan masyarakat lainnya, dan kemungkinan akan terus menggunakannya untuk mengendalikan wabah di masa depan.
Tetapi beberapa peneliti mendesak agar berhati-hati saat menafsirkan tren global. Mereka menunjuk pada titik buta dalam pemahaman kita tentang jumlah korban pandemik dan lamanya perlindungan terhadap infeksi ulang, serta ketidakpastian biologi virus dan perilaku orang. Kasus global sudah mulai sedikit meningkat lagi sejak akhir Februari, dan jumlah harian kasus baru saat ini berkisar sekitar 438.000.
“Masih terlalu banyak ketidakpastian untuk dapat mengatakan bahwa puncak telah berlalu,” kata Henrik Salje, ahli epidemiologi penyakit menular di Universitas Cambridge, Inggris. Baca juga: Samsung A72 Hands-on Preview, Ponsel Galaxy Kelas Menengah Ciamik
Negara-negara lain, Laxminarayan menambahkan, di mana proporsi penduduk yang lebih besar masih rentan terhadap penyakit -misalnya, China, Singapura dan Korea Selatan- lebih berhasil dengan penguncian dan tindakan kesehatan masyarakat lainnya, dan kemungkinan akan terus menggunakannya untuk mengendalikan wabah di masa depan.
Tetapi beberapa peneliti mendesak agar berhati-hati saat menafsirkan tren global. Mereka menunjuk pada titik buta dalam pemahaman kita tentang jumlah korban pandemik dan lamanya perlindungan terhadap infeksi ulang, serta ketidakpastian biologi virus dan perilaku orang. Kasus global sudah mulai sedikit meningkat lagi sejak akhir Februari, dan jumlah harian kasus baru saat ini berkisar sekitar 438.000.
“Masih terlalu banyak ketidakpastian untuk dapat mengatakan bahwa puncak telah berlalu,” kata Henrik Salje, ahli epidemiologi penyakit menular di Universitas Cambridge, Inggris. Baca juga: Samsung A72 Hands-on Preview, Ponsel Galaxy Kelas Menengah Ciamik
(iqb)
Lihat Juga :