Warganet RI Paling Enggak Sopan se-ASEAN, Begini Respons Kominfo
Sabtu, 27 Februari 2021 - 13:21 WIB
loading...
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, menyatakan akan membentuk komite khusus untuk menyopankan sikap dan tingkah warganet di Indonesia. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membentuk Komite Etika Berinternet atau Net Ethics Committee (NEC). Ini merespons hasil survei Digital Civility Index (DCI) oleh Microsoft.
Dalam survei tersebut, disebutkan tingkat digital civility atau kesopanan warganet Indonesia paling rendah se-Asia Tenggara atau se-ASEAN. Baca juga: Ironis, Bikin Survei Kampanyekan Safer Internet Day, Microsoft Justru Dibully Warganet Tak Berakhlak
Dari 32 negara di dunia yang menjadi objek survei, Indonesia berada di posisi ke-29. Riset dilakukan pada April dan Mei 2020 terhadap 503 responden yang dibagi merata ke dalam kelompok usia remaja dan dewasa.
Indeks ini diukur dari persepsi warganet terhadap risiko yang mungkin didapatkan. Seperti ujaran kebencian, perudungan siber (cyber bullying), pelecehan daring, penyebaran data pribadi, dan ancaman terhadap keberadaban atau kesopanan di ruang siber lainnya.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, mengatakan, tugas Komite Etika Berinternet salah satunya adalah merumuskan panduan praktis terkait budaya serta etika berinternet dan bermedia sosial. "Landasannya pada asas kejujuran, penghargaan, kebajikan, kesantunan, serta penghormatan terhadap privasi individu lain dan data pribadi individu lain," katanya di Jakarta.
Dalam survei tersebut, disebutkan tingkat digital civility atau kesopanan warganet Indonesia paling rendah se-Asia Tenggara atau se-ASEAN. Baca juga: Ironis, Bikin Survei Kampanyekan Safer Internet Day, Microsoft Justru Dibully Warganet Tak Berakhlak
Dari 32 negara di dunia yang menjadi objek survei, Indonesia berada di posisi ke-29. Riset dilakukan pada April dan Mei 2020 terhadap 503 responden yang dibagi merata ke dalam kelompok usia remaja dan dewasa.
Indeks ini diukur dari persepsi warganet terhadap risiko yang mungkin didapatkan. Seperti ujaran kebencian, perudungan siber (cyber bullying), pelecehan daring, penyebaran data pribadi, dan ancaman terhadap keberadaban atau kesopanan di ruang siber lainnya.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, mengatakan, tugas Komite Etika Berinternet salah satunya adalah merumuskan panduan praktis terkait budaya serta etika berinternet dan bermedia sosial. "Landasannya pada asas kejujuran, penghargaan, kebajikan, kesantunan, serta penghormatan terhadap privasi individu lain dan data pribadi individu lain," katanya di Jakarta.
Lihat Juga :