Spotify Kembangkan Fitur Pengenalan Suara yang Bisa Deteksi Mood
Minggu, 31 Januari 2021 - 10:02 WIB
loading...
LOGO Spotify. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Spotify baru saja diberikan paten teknologi baru berupa pengenalan suara atau voice recognition. Teknologi ini pasalnya dapat menganalisis data suara pengguna, termasuk pengenalan suara mood.
BACA JUGA - Perkuat Prediksi Gates Sejak 2015, Ahli Yakin Ada Virus yang Melebihi COVID-19
Menurut laporan Music Business Worldwide yang dikutip dari Tech Radar, Minggu (31/1/2021), paten ini pertama kali diterapkan pada Februari 2018 dan diberikan pada Januari 2021.
Pengajuan tersebut menyatakan bahwa niat Spotify adalah menggunakan pengenalan audio untuk mengidentifikasi ciri-ciri seperti keadaan emosional, jenis kelamin, usia, atau aksen pembicara.
Lewat paten yang diterima, Spotify ingin menyajikan konten yang lebih relevan dan sesuai bagi para penggunanya dengan memanfaatkan teknologi ini.
Ini bukan kali pertama perusahaan asal Swedia ini menggunakan data yang terlalu pribadi sebagai teknik personalisasi, paten sebelumnya yang diberikan Spotify terkait penyesuaian pengalaman pengguna berdasarkan 'ciri kepribadian' mereka.
Baca Juga - Indikasi Kapten Afwan Mencoba Kuasai Autothrottle Sriwijaya Air SJ182 Mencuat
Selama ini, Spotify menggunakan algoritma yang memperkenalkan konten audio baru berdasarkan kebiasaan mendengarkan penggunanya.
Jadi tidak mengherankan jika raksasa streaming musik tersebut ingin menambahkan metrik lain untuk meningkatkan akurasi dan kemampuan rekomendasi konten di platformnya.
Meskipun pendengar Spotify d apat menerima dan menikmati personalisasi algoritmik yang disediakan layanan, ada kemungkinan bahwa beberapa metode yang lebih pribadi dan berpotensi invasif untuk mengumpulkan data pengguna tidak akan diterima dengan muda
BACA JUGA - Perkuat Prediksi Gates Sejak 2015, Ahli Yakin Ada Virus yang Melebihi COVID-19
Menurut laporan Music Business Worldwide yang dikutip dari Tech Radar, Minggu (31/1/2021), paten ini pertama kali diterapkan pada Februari 2018 dan diberikan pada Januari 2021.
Pengajuan tersebut menyatakan bahwa niat Spotify adalah menggunakan pengenalan audio untuk mengidentifikasi ciri-ciri seperti keadaan emosional, jenis kelamin, usia, atau aksen pembicara.
Lewat paten yang diterima, Spotify ingin menyajikan konten yang lebih relevan dan sesuai bagi para penggunanya dengan memanfaatkan teknologi ini.
Ini bukan kali pertama perusahaan asal Swedia ini menggunakan data yang terlalu pribadi sebagai teknik personalisasi, paten sebelumnya yang diberikan Spotify terkait penyesuaian pengalaman pengguna berdasarkan 'ciri kepribadian' mereka.
Baca Juga - Indikasi Kapten Afwan Mencoba Kuasai Autothrottle Sriwijaya Air SJ182 Mencuat
Selama ini, Spotify menggunakan algoritma yang memperkenalkan konten audio baru berdasarkan kebiasaan mendengarkan penggunanya.
Jadi tidak mengherankan jika raksasa streaming musik tersebut ingin menambahkan metrik lain untuk meningkatkan akurasi dan kemampuan rekomendasi konten di platformnya.
Meskipun pendengar Spotify d apat menerima dan menikmati personalisasi algoritmik yang disediakan layanan, ada kemungkinan bahwa beberapa metode yang lebih pribadi dan berpotensi invasif untuk mengumpulkan data pengguna tidak akan diterima dengan muda
(wbs)
Lihat Juga :