Peran Penting Digitalisasi di Tengah Wabah Virus Corona yang Belum Berakhir

loading...
Peran Penting Digitalisasi di Tengah Wabah Virus Corona yang Belum Berakhir
Digitalisasi mempunyai peran vital dalam membangun kembali perekonomian di tengah pandemik virus Corona. Foto/Intan R/SINDOnews/Capture
JAKARTA - Digitalisasi mengambil peranan penting di tengah pandemik seperti saat ini dan terus membentuk lanskap industri telekomunikasi . Baca juga: Demi Kepuasan Pelanggan, Indosat Ooredoo Berevolusi seperti Ini

Head of GSMA APAC, Julian Gorman, mengatakan, dalam dunia pascapandemi, Industri 4.0 adalah cara untuk membantu ekonomi mereka pulih dan menjadi lebih tahan terhadap guncangan di masa depan. Indonesia sendiri berada pada posisi yang tepat untuk membuat kemajuan dalam visi Industri 4.0-nya.

"Faktanya, laporan terbaru masyarakat digital kami di 11 negara fokus Asia Pasifik menunjukkan bagaimana Indonesia adalah salah satu negara terkemuka yang melacak aspek-aspek utama masyarakat digital," ujar Julian saat talk show virtual Digital Transformation Outlook 2021, Kamis (14/1/2021).

Hal ini tentu memberi peluang bagi perusahaan telekomunikasi untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung pertumbuhan suatu negara, termasuk Indonesia. Anggapan itu disetujui oleh Director & Chied Operating Officer Indosat Ooredoo, Vikram Shinha. Dia percaya bahwa industri telekomunikasi adalah kunci sukses transformasi digital untuk menghidupkan kembali perekonomian Indonesia di tengah pandemi.



"Kuncinya adalah mengubah kebiasaan. Soal orang-orang membicarakan work from home (WFH) dan kesehatan, dan bagaimana ekosistem digital bisa membantu mereka," kata Shinha.

Senada dengan Shinha, Country Director Facebook Indonesia Peter Lydian, mengatakan, kecepatan dalam mengakses perangkat digital menjadi semakin penting di masa sekarang. Tujuannya, untuk membantu mempercepat pembelajaran dan pertumbuhan ekonomi.

"Dari perspektif Facebook, Facebook membangun program, partnership dan teknologi yang didesain untuk meningkatkan kemampuan keterjangkauan dan kesadaran akan akses Internet berkualitas di Indonesia," cetus Peter. Baca juga: Kadinkes Depok: Rugi Kalau Tolak Vaksin Covid-19, Siapa Tahu Nanti Bayar
(iqb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top