Ilmuwan China Bikin Memori Tercepat di Dunia Poxiao: Tembus 400 Pikodetik, Bikin AI Berpikir Secepat Manusia
Sabtu, 19 April 2025 - 13:54 WIB
loading...
Memori generasi baru membaut RAM dan ROM tidak lagi bisa dibedakan. Foto: SCMP
A
A
A
CHINA - Ketika dunia sedang berlomba-lomba di kecerdasan buatan (AI), para ilmuwan China telah memecahkan kode untuk kecepatan memori yang sebelumnya dianggap mustahil: 400 pikodetik. Istimewanya lagi, itu dicapai dalam memori seukuran butiran beras.
Para peneliti di Universitas Fudan baru saja memamerkan Poxiao atau Dawn, memori flash tercepat yang pernah dibuat. Memori itu dapat menghapus dan menulis ulang data dalam 400 pikodetik. Satu pikodetik adalah satu per triliun detik.
Meski purwarupa yang ada hanya menyimpan dalam ukuran kilobyte, desain revolusionernya menghancurkan hambatan kecepatan penyimpanan modern hingga 100.000 kali lipat, menjanjikan masa depan di mana otak AI dapat membaca dan menulis secepat mereka berpikir.
Diterbitkan dalam jurnal Nature, lompatan dalam fisika elektron ini mungkin akan segera mengaburkan garis antara memori dan komputasi.
Mengatasi batas kecepatan penyimpanan informasi telah lama menjadi salah satu tantangan paling mendasar di bidang sirkuit terpadu. Juga, merupakan hambatan teknis utama yang membatasi potensi daya komputasi AI.
Para peneliti di Universitas Fudan baru saja memamerkan Poxiao atau Dawn, memori flash tercepat yang pernah dibuat. Memori itu dapat menghapus dan menulis ulang data dalam 400 pikodetik. Satu pikodetik adalah satu per triliun detik.
Meski purwarupa yang ada hanya menyimpan dalam ukuran kilobyte, desain revolusionernya menghancurkan hambatan kecepatan penyimpanan modern hingga 100.000 kali lipat, menjanjikan masa depan di mana otak AI dapat membaca dan menulis secepat mereka berpikir.
Diterbitkan dalam jurnal Nature, lompatan dalam fisika elektron ini mungkin akan segera mengaburkan garis antara memori dan komputasi.
Mengatasi batas kecepatan penyimpanan informasi telah lama menjadi salah satu tantangan paling mendasar di bidang sirkuit terpadu. Juga, merupakan hambatan teknis utama yang membatasi potensi daya komputasi AI.
Lihat Juga :