CEO Twitter Tegaskan Blokir Akun Trump Adalah Keputusan Tepat
Kamis, 14 Januari 2021 - 12:02 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump FOTO / IST
A
A
A
NEW YORK - CEO Twitter Jack Dorsey mengatakan bahwa Twitter telah membuat keputusan yang benar dengan secara permanen memblokir akun Presiden Donald Trump setelah aksi kekerasan pecah di Capitol Hill minggu lalu.
BACA JUGA - Keluar dari Jepang, Robot Motor Yamaha Berkeliaran di Vietnam
"Kami menghadapi keadaan yang luar biasa dan tidak dapat dipertahankan, hal itu memaksa kami untuk memfokuskan semua tindakan kami pada keselamatan publik. Tindakan merusak akibat pidato online terbukti nyata, dan yang mendorong kebijakan dan penegakan kami di atas segalanya," tulis Dorsey dalam serangkaian tweet dikutip dari CNET, Kamis (14/1/2021).
![CEO Twitter Tegaskan Blokir Akun Trump Adalah Keputusan Tepat]()
https://twitter.com/jack/status/1349510769268850690?s=19
Namun, kata Dorsey, memblokir akun Trump dari platform tersebut memiliki konsekuensi dan mencerminkan kegagalan Twitter untuk menerapkan percakapan yang sehat.
BACA JUGA - Hadang Laju Mobil Listrik Google, Baidu Gandeng Geely
Lewar pernyataan dari Dorsey ini terlihat bagaimana perusahaan media sosial mencoba untuk menyeimbangkan kepentingan yang berbeda saat mereka harus melakukan pengawasanterhadap konten ofensif yang dapat memicu kekerasan.
BACA JUGA - Keluar dari Jepang, Robot Motor Yamaha Berkeliaran di Vietnam
"Kami menghadapi keadaan yang luar biasa dan tidak dapat dipertahankan, hal itu memaksa kami untuk memfokuskan semua tindakan kami pada keselamatan publik. Tindakan merusak akibat pidato online terbukti nyata, dan yang mendorong kebijakan dan penegakan kami di atas segalanya," tulis Dorsey dalam serangkaian tweet dikutip dari CNET, Kamis (14/1/2021).

https://twitter.com/jack/status/1349510769268850690?s=19
Namun, kata Dorsey, memblokir akun Trump dari platform tersebut memiliki konsekuensi dan mencerminkan kegagalan Twitter untuk menerapkan percakapan yang sehat.
BACA JUGA - Hadang Laju Mobil Listrik Google, Baidu Gandeng Geely
Lewar pernyataan dari Dorsey ini terlihat bagaimana perusahaan media sosial mencoba untuk menyeimbangkan kepentingan yang berbeda saat mereka harus melakukan pengawasanterhadap konten ofensif yang dapat memicu kekerasan.
Lihat Juga :