Kampanye Protokol Kesehatan Dilarang Kendor Gara-gara Vaksin Datang
Senin, 14 Desember 2020 - 02:55 WIB
loading...
A
A
A
"Di penghujung tahun 2020, beberapa daerah justru terdapat kecenderungan bertambahnya jumlah penduduk terpapar akibat ketidakdisiplinan masyarakat mematuhi PSBB secara utuh. Ini adalah fakta yang harus dipecahkan bersama-sama Alumni Lemhannas," kata mantan Menhub ini.
Dijelaskan Agum, pada sistem sosial budaya yang di dalamnya mengandung unsur penting seperti gagasan, nilai, dan norma yang ada pada masyarakat harus diproduksi secara positif demi memecahkan persoalan pandemik dan pemulihan ekonomi nasional. Bukan sebaliknya memberikan narasi-narasi hoax yang memperlemah imun masyarakat dan berakibat pada ketahanan nasional.
Dia pun merespons positif dan memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah yang berhasil mendatangkan vaksin Sinovac untuk segera digunakan untuk menerangi COVID-19. Yang juga penting untuk dilakukan pemerintah dan harus didukung alumni Lemhannas adalah bagaimana mengawal keamanan, efektivitas, dan mutu vaksin serta aspek kehalalannya. Dengan demikian, ketika sudah disuntikkan ke masyarakat tidak terjadi polemik.
"Selain itu apabila kita mampu memproduksi vaksin sendiri, itu akan sangat baik sehingga tidak harus tergantung kepada negara lain. Juga untuk menghemat biaya," papar Agum.
Sementara itu, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mengungkapkan, persoalan Covid-19 harus dilihat dari semua sudut atau perspektif luas. "Sebagai antigen atau virus (lawan) yang tidak ,terlihat maka diperlukan perangkat untuk dapat menangkap keberadaannya dan memantau pergerakannya," ujarnya.
Dalam hal ini penemuan kasus (test atau case finding) dan tracing adalah perangkatnya. Ini bisa diketahui melalui kegiatan di pelayanan kesehatan dan surveilance.
Dari sudut pertahanan mengantisipasi serangan, kata Terawan, harus dilakukan peningkatan imunitas dan disiplin protokol kesehatan (3M) yang ketat dalam setiap aktivitas dengan adaptasi kebiasaan baru.
Dijelaskan Agum, pada sistem sosial budaya yang di dalamnya mengandung unsur penting seperti gagasan, nilai, dan norma yang ada pada masyarakat harus diproduksi secara positif demi memecahkan persoalan pandemik dan pemulihan ekonomi nasional. Bukan sebaliknya memberikan narasi-narasi hoax yang memperlemah imun masyarakat dan berakibat pada ketahanan nasional.
Dia pun merespons positif dan memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah yang berhasil mendatangkan vaksin Sinovac untuk segera digunakan untuk menerangi COVID-19. Yang juga penting untuk dilakukan pemerintah dan harus didukung alumni Lemhannas adalah bagaimana mengawal keamanan, efektivitas, dan mutu vaksin serta aspek kehalalannya. Dengan demikian, ketika sudah disuntikkan ke masyarakat tidak terjadi polemik.
"Selain itu apabila kita mampu memproduksi vaksin sendiri, itu akan sangat baik sehingga tidak harus tergantung kepada negara lain. Juga untuk menghemat biaya," papar Agum.
Sementara itu, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mengungkapkan, persoalan Covid-19 harus dilihat dari semua sudut atau perspektif luas. "Sebagai antigen atau virus (lawan) yang tidak ,terlihat maka diperlukan perangkat untuk dapat menangkap keberadaannya dan memantau pergerakannya," ujarnya.
Dalam hal ini penemuan kasus (test atau case finding) dan tracing adalah perangkatnya. Ini bisa diketahui melalui kegiatan di pelayanan kesehatan dan surveilance.
Dari sudut pertahanan mengantisipasi serangan, kata Terawan, harus dilakukan peningkatan imunitas dan disiplin protokol kesehatan (3M) yang ketat dalam setiap aktivitas dengan adaptasi kebiasaan baru.
Lihat Juga :