Bapak-Bapak Waspada, Pasien Covid-19 Berisiko Mengalami Disfungsi Ereksi!
Kamis, 10 Desember 2020 - 15:31 WIB
loading...
Belum diketahui secara pasti, akan tetapi para ahli sepakat bahwa berbagai faktor dapat menyebabkan potensi timbulnya DE setelah terjangkit Covid-19.
A
A
A
AMERIKA - Umumnya gejala Covid-19 yang diketahui masyarakat adalah demam, sesak napas, kelelahan, dan hilangnya penciuman atau rasa. Tetapi ternyata dampak penyakit tidak berhenti sampai di situ. BACA JUGA : 5 Alasan untuk Membeli Tablet di 2020
Pada 4 Desember lalu, pakar penyakit menular Dena Grayson mengatakan kepada stasiun TV Chicago NBCLX bahwa salah satu komplikasi potensial dari virus tersebut adalah disfungsi ereksi (DE).
"Kami sekarang tahu bahwa orang dapat memiliki efek kesehatan jangka panjang dari virus ini, komplikasi neurologis, dan sekarang, bagi pria, dapat memiliki masalah jangka panjang disfungsi ereksi akibat virus ini. Karena kita tahu hal itu menyebabkan masalah pada pembuluh darah," jelas Dokter Grayson seperti dilansir Health pada Kamis (10/12).
Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara virus corona dan DE. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Endocrinological Investigation pada Juli meneliti efek Covid-19 pada kesehatan seksual dan reproduksi pria dan menemukan korelasi antara penyintas virus corona dan DE.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa DE adalah penanda biologis yang sempurna untuk kesehatan fisik dan psikologis secara umum," kata penulis studi Emmanuele A. Jannini, profesor endokrinologi dan seksologi medis di departemen sistem kedokteran di Universitas Roma Tor Vergata.
Apa hubungan antara Covid-19 dan disfungsi ereksi?
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, para ahli sepakat bahwa berbagai faktor dapat menyebabkan potensi timbulnya DE setelah terjangkit Covid-19. Salah satu faktornya adalah efek peradangan.
BACA JUGA: Tahan Air 50 Meter & Bisa Tampilkan Notif Emoji, Ini Harga Mi Watch dan Mi Watch Lite
"Pada banyak orang, kerusakan tubuh yang terjadi akibat Covid-19 bukan dari virus itu sendiri, tetapi dari respons tubuh terhadap virus yang memicu keadaan hiperinflamasi," kata Mike Bohl dari klinik kesehatan pria digital Roman.
![Bapak-Bapak Waspada, Pasien Covid-19 Berisiko Mengalami Disfungsi Ereksi!]()
Hiperinflamasi dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah kecil serta pembengkakan endotel, lapisan pembuluh darah. Disfungsi endotel ini, ditambah dengan adanya gumpalan darah, pada akhirnya mengganggu aliran darah yang paling penting dalam hal ereksi.
Covid-19 juga dapat memperburuk kondisi jantung yang sudah ada, seperti radang jantung atau detak jantung tidak teratur. Plus, banyak obat yang digunakan untuk mengobati kondisi jantung seperti beta-blocker, dapat menyebabkan disfungsi ereksi sebagai efek samping.
"Jadi ada dua hal yang berpotensi terjadi, yakni Covid-19 dan molekul inflamasi yang merusak pembuluh darah, dan obat-obatan yang menyebabkan efek samping," kata Bohl.
Pada 4 Desember lalu, pakar penyakit menular Dena Grayson mengatakan kepada stasiun TV Chicago NBCLX bahwa salah satu komplikasi potensial dari virus tersebut adalah disfungsi ereksi (DE).
"Kami sekarang tahu bahwa orang dapat memiliki efek kesehatan jangka panjang dari virus ini, komplikasi neurologis, dan sekarang, bagi pria, dapat memiliki masalah jangka panjang disfungsi ereksi akibat virus ini. Karena kita tahu hal itu menyebabkan masalah pada pembuluh darah," jelas Dokter Grayson seperti dilansir Health pada Kamis (10/12).
Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara virus corona dan DE. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Endocrinological Investigation pada Juli meneliti efek Covid-19 pada kesehatan seksual dan reproduksi pria dan menemukan korelasi antara penyintas virus corona dan DE.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa DE adalah penanda biologis yang sempurna untuk kesehatan fisik dan psikologis secara umum," kata penulis studi Emmanuele A. Jannini, profesor endokrinologi dan seksologi medis di departemen sistem kedokteran di Universitas Roma Tor Vergata.
Apa hubungan antara Covid-19 dan disfungsi ereksi?
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, para ahli sepakat bahwa berbagai faktor dapat menyebabkan potensi timbulnya DE setelah terjangkit Covid-19. Salah satu faktornya adalah efek peradangan.
BACA JUGA: Tahan Air 50 Meter & Bisa Tampilkan Notif Emoji, Ini Harga Mi Watch dan Mi Watch Lite
"Pada banyak orang, kerusakan tubuh yang terjadi akibat Covid-19 bukan dari virus itu sendiri, tetapi dari respons tubuh terhadap virus yang memicu keadaan hiperinflamasi," kata Mike Bohl dari klinik kesehatan pria digital Roman.

Hiperinflamasi dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah kecil serta pembengkakan endotel, lapisan pembuluh darah. Disfungsi endotel ini, ditambah dengan adanya gumpalan darah, pada akhirnya mengganggu aliran darah yang paling penting dalam hal ereksi.
Covid-19 juga dapat memperburuk kondisi jantung yang sudah ada, seperti radang jantung atau detak jantung tidak teratur. Plus, banyak obat yang digunakan untuk mengobati kondisi jantung seperti beta-blocker, dapat menyebabkan disfungsi ereksi sebagai efek samping.
"Jadi ada dua hal yang berpotensi terjadi, yakni Covid-19 dan molekul inflamasi yang merusak pembuluh darah, dan obat-obatan yang menyebabkan efek samping," kata Bohl.
(dan)
Lihat Juga :