Alibaba Cloud Yakinkan UMKM untuk Gunakan Hybrid Cloud, Ini Alasannya

Sabtu, 05 Desember 2020 - 23:58 WIB
loading...
Alibaba Cloud Yakinkan UMKM untuk Gunakan Hybrid Cloud, Ini Alasannya
Hybrid cloud jadi produk yang tepat untuk menggamit UMKM di Indonesia yang belum terlalu yakin dengan layanan cloud dan data centre.
JAKARTA - Jika sulit meyakinkan perusahaan Indonesia untuk menggunakan layanan cloud secara total, hybrid cloud jadi solusinya. Sehingga perusahaan bisa mendapat benefit layanan cloud, tapi tidak sepenuhnya memindah aset berharga mereka ke pihak ketiga. BACA JUGA: Tips Cara Mengajak Anak Belajar Menggunakan Tablet Samsung Galaxy Tab A7

Itu, yang dilakukan Alibaba Cloud. Yakni, lini bisnis teknologi digital dan inteligensi Alibaba Group. Di akhir 2021, mereka menggencarkan strategi hybrid cloud. Tepatnya, lewat Hybrid Cloud Partner Program. Tujuannya, agar lebih banyak perusahaan mencoba dan mengenal layanan cloud computing. Lebih spesifiknya lagi, merasakan keamanan, kesesuaian, skalabilitas, serta kehandalan Alibaba Cloud.

Karena itu, target mereka justru kalangan Usaha Kecil Menengah (UKM), dimana mereka bisa mempercepat transformasi digital dan memanfaatkan layanan penyimpanan lokal yang terintegrasi dengan public cloud.

Hybrid Backup Recovery (HBR), produk mereka, merupakan solusi penyimpanan yang waktu serta biaya. Bentuknya pun server fisik. Juga, terintegrasi dengan public cloud.

Nah, HBR dapat menjembatani server lokal dengan public cloud secara aman dan efisien. Di dalamnya ada sumber daya ganda, network port, dan hot backup disc. Sehingga pengoperasiannya juga dipastikan aman dan stabil bagi pelanggan tanpa perlu daya komputasi tambahan.



Country Manager Alibaba Cloud Indonesia Leon Chen menyebut bahwa pada 2020 tren kebutuhan hybrid cloud di Indonesia semakin masif. ”Apalagi, lebih banyak perusahaan ingin melakukan transformasi digital,” ujarnya.

BACA JUGA: Mengenal Android Go, OS Ringan dan Paling Irit di Galaxy A01 Core

Hybrid Cloud Storage Array atau HCSA adalah sistem penyimpanan level enterprise yang terintegrasi dengan layanan Alibaba Cloud.

Dengan layanan tersebut, pelanggan bisa menggabungkan penyimpanan lokal dengan penyimpanan di public cloud. Sehingga lebih fleksibel, terukur, dan bahkan kapaistasnya tidak terbatas.

HCSA menyediakan ragam mode hybrid cloud seperti cloud caching, replikasi, tiering, dan snapshot serta didesain khusus untuk memastikan sistem pengoperasian berjalan tanpa hambatan.



Alibaba Cloud Yakinkan UMKM untuk Gunakan Hybrid Cloud, Ini Alasannya

Selain itu, HCSA mempermudah pelanggan mengelola dan menggabungkan data antar berbagai divisi, mengintegrasikan berbagai tipe file, serta menghubungkan server lokal ke public cloud.

Demi memperluas penggunaan hybrid cloud secara global, termasuk di Indonesia, Alibaba Cloud turut meluncurkan Hybrid Cloud Partner Program untuk menyediakan ekosistem bagi para mitra ahli yang hendak ikut merancang, mendesain, serta mendistribusikan layanan hybrid cloud.

Alibaba Cloud akan memfasilitasi mitra yang memenuhi syarat dengan bantuan teknis termasuk lisensi ZStack gratis dan fitur unlimited core CPU.

Sejumlah mitra Alibaba Cloud, yakni DXC Technology, Equinix, HPE, NCS, Whale Cloud, serta Arrow Electronics, dan Softline Group di Eropa. Dan Asia Pasifik, para mitranya adalah AsiaPac, B&Data, Cloudify, CTC Global, DiGiCOR, Sen Spirit, dan Blue Power Technology di Indonesia.

Alibaba Cloud mengkalim mereka adalah penyedia layanan public cloud publik terbaik se-Asia Pasifik dan ketiga terbaik secara global, berdasarkan nominasi Gartner. Di Indonesia, Alibaba Cloud telah memiliki dua data center, yang masing-masing dibangun pada 2018 dan 2019. Kedua data center ini telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001 sesuai dengan Peraturan Menteri KOMINFO No. 4 Tahun 2016. Saat ini Alibaba Cloud melayani pelanggan di 21 wilayah dengan 63 zona ketersediaan secara global.
(dan)
preload video
Komentar Anda
TEKNO UPDATE