Gen Z Mudah Terpapar dengan Ekosistem Keuangan Digital
Senin, 09 Februari 2026 - 15:44 WIB
loading...
Ekosistem Keuangan Digital. FOTO/ THE VERGE
A
A
A
JAKARTA - Di era serba online seperti sekarang, hampir semua aktivitas bisnis terhubung melalui teknologi.
Dari UMKM yang memanfaatkan pembayaran nontunai sampai perusahaan besar yang mengandalkan komputasi awan, semuanya saling terikat dalam satu jejaring yang hidup sebuah bukti nyata dari transformasi digital di Indonesia yang terus berkembang.
Melihat perkembangan tersebut, PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) menghadirkan JA SparktheDream.
“Di era digital, anak-anak semakin cepat terpapar pada berbagai pilihan finansial beserta risiko yang menyertai. Setelah berhasil menjangkau hampir 6.000 siswa sejak tahun 2023, kami ingin menghadirkan pembelajaran JA SparktheDream yang semakin relevan dengan realita mereka,” tuturRudy F. Manik, Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance.
Pendekatan berbasis ekosistem ini menjadi semakin penting di tengah kondisi literasi keuangan nasional saat ini.
Di sisi lain, generasi muda kini tumbuh di tengah ekosistem keuangan digital yang semakin kompleks, dengan kemudahan akses layanan keuangan, termasuk dompet digital, yang berpotensi menimbulkan risiko jika tidak dibarengi pemahaman yang memadai.
"Melalui program ini, guru memperoleh bekal metodologi, materi, dan pendekatan pembelajaran yang dapat dikembangkan dan diadaptasi ke dalam kurikulum literasi keuangan di sekolah secara berkelanjutan, ” jelasUtami Anita Herawati, Direktur Eksekutif PJI.
Dari UMKM yang memanfaatkan pembayaran nontunai sampai perusahaan besar yang mengandalkan komputasi awan, semuanya saling terikat dalam satu jejaring yang hidup sebuah bukti nyata dari transformasi digital di Indonesia yang terus berkembang.
Melihat perkembangan tersebut, PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) menghadirkan JA SparktheDream.
“Di era digital, anak-anak semakin cepat terpapar pada berbagai pilihan finansial beserta risiko yang menyertai. Setelah berhasil menjangkau hampir 6.000 siswa sejak tahun 2023, kami ingin menghadirkan pembelajaran JA SparktheDream yang semakin relevan dengan realita mereka,” tuturRudy F. Manik, Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance.
Pendekatan berbasis ekosistem ini menjadi semakin penting di tengah kondisi literasi keuangan nasional saat ini.
Di sisi lain, generasi muda kini tumbuh di tengah ekosistem keuangan digital yang semakin kompleks, dengan kemudahan akses layanan keuangan, termasuk dompet digital, yang berpotensi menimbulkan risiko jika tidak dibarengi pemahaman yang memadai.
"Melalui program ini, guru memperoleh bekal metodologi, materi, dan pendekatan pembelajaran yang dapat dikembangkan dan diadaptasi ke dalam kurikulum literasi keuangan di sekolah secara berkelanjutan, ” jelasUtami Anita Herawati, Direktur Eksekutif PJI.
(wbs)
Lihat Juga :