Melawan Hipnotis Algoritma, Gen Z Lebih Suka dengan Teknologi Klasik
Kamis, 22 Mei 2025 - 08:38 WIB
loading...
Gen Z mulai tinggalkan algotrima dari perangkat teknologi. FOTO/ THE INDEPENDENT
A
A
A
SIDNEY - Di tengah dunia yang terus berubah cepat, ada satu generasi yang hadir dengan cara yang berbeda. Gen Z tidak datang untuk mengikuti arus, tapi menciptakan gelombangnya sendiri. Gen Z tak mudah percaya dengan namanya Algoritma bahkan gaya hidup mereka cenderung ke klasik.
BACA JUGA - Penelitian Menunjukkan Gen Z Tak Senang Mengemudi
Mereka tumbuh di antara tantangan zaman, tapi justru menjadikannya sebagai pijakan untuk bergerak lebih jauh.
Seperti dilansir dari Syney Morning Herald, Gen Z tumbuh saat internet bukan barang baru, tapi bagian dari sistem kehidupan. Namun, bedanya dengan generasi sebelumnya, mereka tak hanya jadi pengguna, mereka ahli navigasi. Mereka tahu bagaimana membedakan informasi, mengolahnya, dan menciptakan ulang makna yang relevan dengan kebutuhan saat ini.
Ketika dunia bergerak ke arah disrupsi digital, Gen Z sudah selangkah di depan. Mereka tak canggung menghadapi perubahan platform, algoritma, hingga kecerdasan buatan. Bahkan banyak dari mereka yang membangun karier tanpa menunggu validasi tradisional seperti gelar atau struktur organisasi.
Salah satu kata kunci yang sedang tren saat ini adalah "algoritma", yang secara teknis berarti rumus komputasi apa pun, tetapi kini berarti rumus yang memprediksi perilaku kita.
Facebook memiliki algoritma yang memprediksi berita yang mungkin diinginkan pengguna. Situs kencan seperti Match.com dan OkCupid menggunakan algoritma untuk memprediksi minat cinta. Google, dengan algoritma yang paling terkenal, memprediksi apa yang kita inginkan saat kita mengetik istilah pencarian. Seperti yang dikatakan seorang ilmuwan, "Algoritma menguasai dunia".
BACA JUGA - Penelitian Menunjukkan Gen Z Tak Senang Mengemudi
Mereka tumbuh di antara tantangan zaman, tapi justru menjadikannya sebagai pijakan untuk bergerak lebih jauh.
Seperti dilansir dari Syney Morning Herald, Gen Z tumbuh saat internet bukan barang baru, tapi bagian dari sistem kehidupan. Namun, bedanya dengan generasi sebelumnya, mereka tak hanya jadi pengguna, mereka ahli navigasi. Mereka tahu bagaimana membedakan informasi, mengolahnya, dan menciptakan ulang makna yang relevan dengan kebutuhan saat ini.
Ketika dunia bergerak ke arah disrupsi digital, Gen Z sudah selangkah di depan. Mereka tak canggung menghadapi perubahan platform, algoritma, hingga kecerdasan buatan. Bahkan banyak dari mereka yang membangun karier tanpa menunggu validasi tradisional seperti gelar atau struktur organisasi.
Salah satu kata kunci yang sedang tren saat ini adalah "algoritma", yang secara teknis berarti rumus komputasi apa pun, tetapi kini berarti rumus yang memprediksi perilaku kita.
Facebook memiliki algoritma yang memprediksi berita yang mungkin diinginkan pengguna. Situs kencan seperti Match.com dan OkCupid menggunakan algoritma untuk memprediksi minat cinta. Google, dengan algoritma yang paling terkenal, memprediksi apa yang kita inginkan saat kita mengetik istilah pencarian. Seperti yang dikatakan seorang ilmuwan, "Algoritma menguasai dunia".
Lihat Juga :