Update Internet Indonesia 2026: Pengguna Tembus 230 Juta, tapi Kecepatan Kayak Siput?
Rabu, 04 Februari 2026 - 09:50 WIB
loading...
A
A
A
Namun, aksesibilitas masih sangat dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan pendidikan. Penetrasi internet pada kelompok berpenghasilan di atas Rp6 juta mencapai 91,47 persen, sedangkan kelompok di bawah Rp1 juta hanya 70,73 persen.
Hal serupa terjadi pada tingkat pendidikan, di mana lulusan perguruan tinggi mencatatkan angka 91,27 persen berbanding 42,66 persen pada mereka yang tidak tamat SD.
Meski kecepatan rata-rata seluler saat ini meningkat 53,1 persen dibanding tahun sebelumnya, tantangan biaya integrasi dan ketersediaan perangkat masih menghambat 43,62 persen masyarakat yang belum terkoneksi.
Statista memproyeksikan tren peningkatan pengguna internet Indonesia akan terus berlanjut hingga mencapai 269,09 juta orang pada 2028.
Jika pertumbuhan jumlah pengguna ini tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas bandwidth yang masif, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar konsumsi digital yang besar tanpa dukungan infrastruktur yang mumpuni.
Percepatan investasi di jaringan 5G dan perluasan fiber optik menjadi harga mati agar target kecepatan 80 Mbps di tahun 2026 bukan sekadar angka di atas kertas.
2. Singapura: 199,70 Mbps
3. Vietnam: 179,24 Mbps
4. Malaysia: 143,70 Mbps
5. Thailand: 136,23 Mbps
6. Kamboja: 60,27 Mbps
7. Filipina: 54,13 Mbps
8. Indonesia: 52,73 Mbps
9. Laos: 45,24 Mbps
2. Vietnam: 287,24 Mbps
3. Thailand: 276,03 Mbps
4. Malaysia: 163,86 Mbps
5. Filipina: 102,79 Mbps
6. Brunei Darussalam: 86,55 Mbps
7. Laos: 53,58 Mbps
8. Kamboja: 49,75 Mbps
9. Indonesia: 44,38 Mbps
10. Myanmar: 29,61 Mbps
Hal serupa terjadi pada tingkat pendidikan, di mana lulusan perguruan tinggi mencatatkan angka 91,27 persen berbanding 42,66 persen pada mereka yang tidak tamat SD.
Target dan Prediksi Masa Depan
Pemerintah melalui berbagai program infrastruktur berusaha memperkecil celah digital antara wilayah urban (83,56 persen) dan rural (76,96 persen).Meski kecepatan rata-rata seluler saat ini meningkat 53,1 persen dibanding tahun sebelumnya, tantangan biaya integrasi dan ketersediaan perangkat masih menghambat 43,62 persen masyarakat yang belum terkoneksi.
Statista memproyeksikan tren peningkatan pengguna internet Indonesia akan terus berlanjut hingga mencapai 269,09 juta orang pada 2028.
Jika pertumbuhan jumlah pengguna ini tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas bandwidth yang masif, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar konsumsi digital yang besar tanpa dukungan infrastruktur yang mumpuni.
Percepatan investasi di jaringan 5G dan perluasan fiber optik menjadi harga mati agar target kecepatan 80 Mbps di tahun 2026 bukan sekadar angka di atas kertas.
Kecepatan Internet Mobile Asia Tenggara (Desember 2025):
1. Brunei Darussalam: 234,96 Mbps2. Singapura: 199,70 Mbps
3. Vietnam: 179,24 Mbps
4. Malaysia: 143,70 Mbps
5. Thailand: 136,23 Mbps
6. Kamboja: 60,27 Mbps
7. Filipina: 54,13 Mbps
8. Indonesia: 52,73 Mbps
9. Laos: 45,24 Mbps
Kecepatan Fixed Broadband Asia Tenggara (Desember 2025):
1. Singapura: 410,06 Mbps2. Vietnam: 287,24 Mbps
3. Thailand: 276,03 Mbps
4. Malaysia: 163,86 Mbps
5. Filipina: 102,79 Mbps
6. Brunei Darussalam: 86,55 Mbps
7. Laos: 53,58 Mbps
8. Kamboja: 49,75 Mbps
9. Indonesia: 44,38 Mbps
10. Myanmar: 29,61 Mbps
(dan)
Lihat Juga :