Mengenal Straight-Pull: Fitur Senjata Legal yang Dipakai Pelaku Teror Bondi Australia
Senin, 15 Desember 2025 - 13:23 WIB
loading...
A
A
A
"Alasan yang sering digunakan orang adalah mereka ingin menembak sekawanan hewan, butuh tembakan ganda, tembakan cepat," kata Coyne menjelaskan rasionalisasi di balik izin tersebut. Sebuah alasan logis di peternakan terpencil, namun menjadi malapetaka ketika dibawa ke jantung kota.
Profesor kriminologi dari Universitas Deakin, David Bright, mengatakan, jumlah pemilik lisensi senjata di Australia telah berkurang separuh sejak 1996. Tapi, jumlah senjata api yang beredar justru mencapai rekor tertinggi.
Laporan terbaru dari Australia Institute mencatat ada 4 juta pucuk senjata yang kini dimiliki warga sipil di seluruh Australia. Angka ini melonjak 25 persen dibandingkan 30 tahun lalu.
"Alasannya sederhana: pemilik berlisensi kini memiliki lebih banyak senjata daripada sebelumnya," kata Bright.
![Mengenal Straight-Pull: Fitur Senjata Legal yang Dipakai Pelaku Teror Bondi Australia]()
Mitos bahwa senjata api hanya ada di pedesaan pun runtuh. Laporan tersebut menemukan fakta mengejutkan bahwa sepertiga dari 1,1 juta senjata di New South Wales justru tersimpan di kota-kota besar seperti Sydney, Newcastle, dan Wollongong. Gudang senjata itu kini berada di sebelah rumah warga kota, bukan di ladang pertanian.
Perdana Menteri Anthony Albanese pada Senin lalu telah mengusulkan pembatasan jumlah senjata yang boleh dimiliki satu orang. Namun, Profesor Madya Andrew Hemming, spesialis hukum pidana dari Universitas Southern Queensland, menilai langkah itu saja tidak cukup.
Generasi baru senjata dengan pengisian cepat ini harus dilihat dengan kacamata baru.
Hukum kontrol senjata di Australia, menurut Hemming, telah menderita karena kurangnya perhatian. Aturan antar-negara bagian tidak konsisten dan lambat berevolusi mengikuti teknologi senjata yang kian canggih.
"Aturan ini seperti benang kusut... dan perlahan-lahan mulai terurai. Ini adalah panggilan bangun tidur bagi publik Australia," tegas Hemming.
Profesor kriminologi dari Universitas Deakin, David Bright, mengatakan, jumlah pemilik lisensi senjata di Australia telah berkurang separuh sejak 1996. Tapi, jumlah senjata api yang beredar justru mencapai rekor tertinggi.
Laporan terbaru dari Australia Institute mencatat ada 4 juta pucuk senjata yang kini dimiliki warga sipil di seluruh Australia. Angka ini melonjak 25 persen dibandingkan 30 tahun lalu.
"Alasannya sederhana: pemilik berlisensi kini memiliki lebih banyak senjata daripada sebelumnya," kata Bright.

Mitos bahwa senjata api hanya ada di pedesaan pun runtuh. Laporan tersebut menemukan fakta mengejutkan bahwa sepertiga dari 1,1 juta senjata di New South Wales justru tersimpan di kota-kota besar seperti Sydney, Newcastle, dan Wollongong. Gudang senjata itu kini berada di sebelah rumah warga kota, bukan di ladang pertanian.
Perdana Menteri Anthony Albanese pada Senin lalu telah mengusulkan pembatasan jumlah senjata yang boleh dimiliki satu orang. Namun, Profesor Madya Andrew Hemming, spesialis hukum pidana dari Universitas Southern Queensland, menilai langkah itu saja tidak cukup.
Generasi baru senjata dengan pengisian cepat ini harus dilihat dengan kacamata baru.
Hukum kontrol senjata di Australia, menurut Hemming, telah menderita karena kurangnya perhatian. Aturan antar-negara bagian tidak konsisten dan lambat berevolusi mengikuti teknologi senjata yang kian canggih.
"Aturan ini seperti benang kusut... dan perlahan-lahan mulai terurai. Ini adalah panggilan bangun tidur bagi publik Australia," tegas Hemming.
(dan)
Lihat Juga :